Ilmu Hadis Para Sufi Agung - Atorcator

Ilmu Hadis Para Sufi Agung

Beliau berempat di atas adalah 4 tiang utama madrasah hadis syam, yang berusia diatas 80 tahun yang masih hidup, semoga Allah menjaga mereka semua dan memberikan umur panjang pada mereka semua. Tentu bukan hanya mereka saja muhadis syam pada generasi beliau semua, sebagian sudah wafat, yang kusebut disini hanyalah mereka yang masih hidup dan sepuh yang menjadi imam hadis di madrasab syamiyah. Tentu saja mereka berempat bukan hanya milik negeri syam, tapi imam hadis yang dijadikan rujukan ilmiyah madrasah ahlussunnah wal jamaah didunia.

Difoto bawah aku tidak menyebutkan generasi dibawah mereka yang berusia dibawah 80 tahun karena jumlahnya sangat besar. Mulai yang usia 70an seperti syeikh husein sa’biyah, syeikh naim araqsusy, dst. Di umur 60an kita mengenal Syeikh Badi Lahm, Syeikh Imadudin Rasyid, dll. Di usia 50an kita mengenal Syeikh Mujir Khatib, Syeikh Izudin Uwais,, dll. Di usia 40an kita mengenal Syeikh Hamzawi, Syeikh Id Mansur, dll. Yang usia 30an juga terus berkembang, dan tidak pernah mati, karena memang ilmu hadis dimadrasah sufi selalu hidup.

Kenapa perlu menjelaskan ini? bukan apa-apa sekarang ada tuduhan seoalah para sufy jauh dari hadis, maka aku katakan bahwa sebaliknya, merekalah nashirudin sunnah sebenarnya dan orang paling kuat berpegang pada sunnah dalam amalan mereka. Dan yang kusebut baru madrasah hadis syamiyah dan laki-laki, tentu saja diluar itu jauh lebih luas, karyanya juga sama bahkan dilevel sangat tinggi. Sebagian karya bahkan dilevel keilmiyahan sangat tinggi yang sulit dicari tandingannya. Baik tahqiq ataupun buku baru. Tahiqan sahih bukhari syeikh zuhair misalnya disebut sebagai tahqiqan sahih bukhari terbaik didunia, manhajun naqd syeikh nur dikatakan tajdid dalm ilmu hadis, sunnah qabla tadwin syeikh aja membuat semua buku setelahnya pasti merujuk padanya, tahqiqan Syeikh Muhammad Awwameh pada pada taqrib dikatakan terbaik yang ada, muqadimahhya bahkan dipelajari dimana-mana.

Melalui mereka paling tidak jadi bukti bagaimana ilmu hadis dikhidmah dengan sangat ilmiyah oleh para sufy, lebih dari sekedar ilmu, kita juga diajarkan oleh para muhadis sufy ini bagaimana melihat hadis nabi saw, dimana mereka gak melihat hadis hanya sebagai bahan yang penelitian ilmiyah saja, tapi juga sebagai jalan hidup dan jalan cinta. Syeikh Nurudin itr pernah mengatakan kepadaku “ilmu hadis itu adalah ilmu cinta”. Karena jika ada pecinta terbesar didunia maka itu adalah nabi Muhammad saw. Sisi ilmiyah dan ruhaniyah begitu serasi dalam amaliyahnya.

Makanya para ulama hadis sufy seketika berbicara tentang hadis, mereka tidak hanya berbicara tentang teks, tapi tentang cinta. Lain kali aku akan menceritakan pengalamanku empat muhadis sufy ini yang menjadi pondasi ilmu hadis di syam hari ini, pada mereka aku bukan hanya melihat keluasan ilmu mereka tentang hadis tapi juga hadis yang berjalan. Mungkin jika mereka terluka yang keluar bukan darah tapi ilal hadis. Begitulah qiyasan ikatan mereka dengan hadis nabi.

Syeikh Nuruddin Itr, Syeikh Zuhair Nashir, Syeikh Ajaj Khatib, Syeikh Muhammad Awwameh, hanya dengan duduk bersama mereka sebelum hadis mulai dibaca mungkin kita akan menangis duluan, itu yang aku rasakan saat bertemu atau mengaji pada mereka, karena perasaan nyaman bersama mereka, seolah mereka sudah menyampaikan hadis tanpa suara, karena nur hadis nabi saw seolah terpancar dari mereka, ya sekali lagi karena ilmu hadis bagi mereka itu adalah ilmu cinta, dan cinta? Kita bisa merasakannya hanya dengan bersama pecinta, bahkan jika kita tidak berbicara tentang cinta. Dari sini mungkin para imam hadis sering mengatakan sahabtu fulanan tidak lagi pada level qaratu ala fulan atau akhbarany fulan.

komentar

Related Posts