Innalillahi.. Syekh Mulla Yusuf Albasiqly Meninggal Dunia, Kenangan Indah Bersamanya - Atorcator

Innalillahi.. Syekh Mulla Yusuf Albasiqly Meninggal Dunia, Kenangan Indah Bersamanya

Sebenarnya masih mau berhenti menulis, sampai akhir ramadhan, tapi mendengar berita ini rasanya seperti tidak berbakti, tidak menceritakan kebaikan guru ketika beliau wafat. Beliau adalah Mulla Yusuf Albasiqly, kami sering memanggilnya syeh Mulla Yusuf, padahal mulla itu adalah panggilan orang kurdi yang berarti syeikh juga. Bisa dikatakan beliau ini adalah syeikh tempatku belajar secara private dan menyelesaikan kitab-kitab pertama di damaskus. Kitab-kitab dasar semua kupelajari pada beliau seperti aljurumiyah, muqaddimah hadramiyah, syarah ibnu qasim alghazy, alwaraqat, syamail, sullam, tuhfatul murid, dll tentu kitab menengah seperti idhah, iqna(sayangnya gak selesai), dll

Beliau adalah ulama asli dari tanah kurdistan, asli lulusan pendidikan tradisional Kurdistan, makanya banyak pertalian sanad beliau dengan ayahnya syeh albuty, mulla ramadhan, guru-guru beliau adalah sahabat mulla ramadhan seperti mulla muhammad nury (padanya beliau belajar ilmu alat seperti alfiyah, alkafiyah, dll), mulla abdullah (pada beliau syeikh belajar ilmu aqliyat seperti syamsiyah, ilmu wadha, adab bahs wal munadharah, dll), dll karena kesamaan ini beliau jadi akrab dengan syeikh said ramadhan albuty, mungkin karena satu kampung halaman ini juga membuat beliau dua tambah akrab, tentu saja ditambah fakta bahwa beliau juga ulama besar dan pernah jadi mufti syafii di jazirah, tentu rasa saling hormat dan kagum pun muncul diantara dua guruku ini. Keakraban keduanya ini memberi keberkahan padaku, aku sering diajak syeikh mulla untuk berkunjung ke kediaman syeikh al-buty

Kunjungan itu untuk berbagai macam urusan, mulai dari duniawi seperti sewa menyewa, beli buku, dll. Atau diskusi dan debat tingkat tinggi dan bangganya aku kadang aku diajak ikutan padahal aku saat itu kurang dari 2 tahun belajar agama, tawadhunya itu gak cuma omongan, tapi aku melihat dan merasakan sendiri. Dan tentu saja disela-sela omongan serius kadang sering diselipin candaan, sayangnya kalau mereka becanda aku sering gak paham soalnya kebanyakan candaan berbahasa Kurdi, paling kalau aku kelihatan bengong saja baru diterjemahkan, kalau mau lihat pemandangan langka(aku yakin gak banyak orang yang melihatnya) syeikh buty tertawa sampai memukul meja ya itu cuma sama syeikh mulla yusuf.

Tapi dari sekian kunjungan ada satu kunjungan yang paling aku kenang, yaitu ketika syeikh buty menasehatiku “fauzan, bermulazamah lah pada mulla, pendidikan aku, ayahku, dan guru-gurunya adalah dengan cara seperti itu, seperti itulah orang alim diciptakan, pengajian khusus menguliti setiap halaman kitab, dengan lutut guru menempel pada lutut murid, adapun dikampus itu hanyalah kunci, ilmu sebenarnya akan kita dapatkan dipengajian seperti ngaji sama beliau”.

Nasehat itu begitu mengena, karena aku ingat waktu itu aku nyaris putus asa untuk diterima kuliah, karena waktu itu sulit banget untuk mahasiswa asing bisa kuliah, mengaji pada syeikh mulla adalah salah satu yang memotivasiku bertahan, bahkan kepikiran, ah gak kuliah pun gapapa selama bisa mulazamah sama beliau, insyaallah alim juga pikirku, toh niat awal kita kesuriah untuk belajar, bukan untuk dapat ijazah, begitu tekadku. Eh ternyata bisa diterima kuliah didetik terakhir, alhamdulillah itu mah bonus dari itu, mungkin itu berkat doa orang tua dan guru.. Allah yarham syeh mulla.

Keilmuan beliau tidak perlu diragukan lagi, fiqh syafii beliau itu subhanallah. Bahkan jadi mufti dijazirah. Nahwu sharaf? Beliau itu bukan cuma hafal alfiyah tapi hafal Mughni labib bro dan mulla jami. Waktu kecil dulu beliau pernah dihukum gurunya ketika ujian, karena dikira mencontek, karena jawaban yang beliau tulis persis dengan yang dikitab, sampe titik koma. Guru beliau mengatakan kekecewaannya karena gak rela murid sepintar beliau mencontek, beliau mencoba menjelaskan bahwa beliau gak mencontek, akhirnya belaiu diuji ulang, dari situ diketahui bahwa ternyata beliau hafal seluruh huruf yang ada dalam mughni labib. Beliau juga terkenal gila membaca, dinding rumahnya isinya buku semua, dulu waktu beiau pindahan, kami sempat bantu-bantu, ya barang lain nyaris gak ada, cuma ada buku, buku dan buku

Darinya aku tidak hanya belajar kitab saja, tapi juga kehidupan, terutama hubungan guru dan murid, ya hubungan guru murid itu bukan cuma ngajar, pulang dan selesai. Gak Vini, vidi, vici gitu lah. Tapi juga suhbah. Hubungan orang tua dan anaknya. Kadang beliau becanda memukul kita dengan tongkat jika salah terus sambil tertawa, kadang kita disalam tempel, kadang kita mijat kepalanya sambil beliau ngajar murid lain atau sambil antri nunggu giliran baca, kadang kita diajak ngawanin beliau belanja dipasar, kadang ditawarin nikah heheh, kadang gak ngaji cuma cerita-cerita tentang keluarga, kadang kita undang beliau makan kerumah dan seringnya beliau yang ngundang makan.

Ada satu momen berkesan ketika beliau pertama kali ngajak makan kerumah beliau, dan beluau sanat suka ngajak makan kerumahnya. Dan makanan apa yang paling favorit? Makanan arab favoritku tsarid, atau kalau orang suriah ngomongnya terid. Belum lagi daerah kurdistan terutama jazirah qamisyly memang terkenal disuriah dengan tsaridnya. Awalnya unik, ketika membaca kitab syamail muhammadiyah karya imam tirmizi, sampai ke hadis tentang keutamaan aisyah RA, nabi saw mengatakan perbandingan aisyah RA dengan wanita lain yang ada didunia adalah seperti tsarid dengan makanan lainnya, ya intinya Aisyah RA spesial la bagi nabi saw.

Waktu itu aku gak paham apa itu tsarid, beliau menjelaskan berkali-kali tapi waktu itu aku juga gak paham, mungkin bosen kali ya karena aku gak paham-paham, akhirnya beliau bilang, yauda biar kamu tau besok saya ajak kamu makan tsarid dirumah, istri saya enak banget kalau masak tsarid. Kabarin teman-teman lain juga. Setelah makan itu, aku putuskan tsarid menjadi makanan favoritku di arab heheh. Nah siapa yang lagi baca kitab syamail, ntar kalau sampau kehadis itu, pura-pura gak paham aja, biar diajak kerumah syeikh buat makan tsarid, enak dan berkah lagi kan? Silahkan dicoba tipsnya. Hehehe

Sayang mulazamah dengan beliau harus berhenti, tepatnya ketika syahidnya syeikh said ramadhan albouty, putra beliau menjadi salah satu syuhada bersama syeikh albuty. Beliau pulang ke kampung halamannya, mungkin permintaan keluarga, kejadian tiba-tiba itu membuat kami jadi putus kontak, apalagi saat itu konflik suriah sedang dipuncaknya, ditambah beliau gak terlalu suka make HP, saya dan murid beliau lainnya benaran lepas kontak dengan beliau, terakhir aku dengar kabar beliau di kota irbil, kurdistan, iraq. Katanya Beliau diminta mengajar disana, mungkin salah satu anaknya juga ada disana.

Aku mencoba mencari-cari kabar lebih tentang beliau dari teman-teman, sayangnya benaran tidak ada berita, dan sampai beberapa hari lalu, aku baca kabar dari partai kurdi, sekalinya ada berita, berita duka tentang wafatnya beliau, mulla yusuf albasiqly. Allah yaram syaikhana. Ada banyak kenangan bersama beliau, mungkin suatu saat akan diceritakan pada orang terdekat, tentang beliau dan apa yang sudah beliau ajarkan, baik dengan maqal atau ahwal. Selama seoramg masih dalam kenangan, selama itu juga seorang masih hidup, karena hidup itu adalah kenangan. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Alfatihah

komentar

Related Posts