28/05/2020

Kemuliaan Akhlak Syekh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi

Seorang Ulama dunia, menghormati dan di hormati memuliakan dan dimuliakan, seorang pakar ilmu agama, intelek, zuhud, bersahaja menjadikannya panutan bahkan oleh Ulama dunia. Maka wajar bila beliau mendapatkan kehormatan dari banyak orang.

Akan tetapi beliau mengatakan dalam sebuah statemennya:

“Aku terkadang merasa risih dan bahkan marah ketika Aku datang ke Masjid dan orang orang di Masjid berdiri untuk menghormatiku, mengapa.? Yang pertama, karena Aku masuk ke Masjid yang merupakan rumah Allah, bukan rumahku, maka ketika ada orang yang berdiri untukku di rumah Allah maka aku merasa suul adab (kurang ajar) dengan Allah. Sebab kedua, ketika aku masuk ke Masjid dan satu, dua atau tiga orang berdiri untukku maka orang orang yang lain pun akan ikut berdiri, dan aku merasa tidak enak .” puangkas nya.

Bahkan suatu tempo ketika beliau menyempatkan diri hadir di Majelis Habib Ali Al Jufrie , beliau datang dan langsung duduk di lantai di belakang. Melihatnya, Habib Ali yang sedang duduk mengajar di atas kursi tiba tiba berdiri menyambutnya. Habib Ali Al Jufrie mempersilakannya maju ke depan dan menyediakan nya kursi lantas Habib Ali Al Jufrie kemudian duduk di bawah sembari mendengarkan beberapa nasihat dari Syeikh Muhammad Said Al Buthi.

Begitulah akhlak beliau, ketika seorang tawadhu maka orang akan memuliakan nya, dalam hadist Nabi mengatakan

من تواضع لله رفعه الله

“siapa yang bertawadhu karena Allah maka Allah akan mengangkatnya”

Foto diatas adalah bukti bagimana Para Ulama menghormati beliau, di Mushollah Dar Al Mustafa Tarim beliau di minta menjadi Imam Shalat, yang mana makmum nya adalah Habib Umar Bin Hafidz, Habib Ali Masyhur Bin Hafidz, Habib Abu Bakar Al Adni, Habib Attos Bin Hafidz, dan Habib Ali Al Jufrie.

Allah memuliakannya di akhir hayat ya dengan menjemputnya di kala sang Imam Syeikh Al Buthi mengajar, gelar As Syahid pun ia sandang lantaran wafat terbunuh oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab, semoga Allah memuliakannya dan memuliakan kita dengan memuliakan nya.

Sumber: Nasihat Al-habib Umar Bin Hafidz dan Bangkitmedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *