Kenapa Kita Harus Membaca Shalawat Pada Baginda Nabi Muhammad Saw? [2] - Atorcator

Kenapa Kita Harus Membaca Shalawat Pada Baginda Nabi Muhammad Saw? [2]

Sayyid Abu Bakar Syatha dalam kitab yang sama melanjutkan catatannya: “Di dalam hadits marfu’ disebutkan:

ﻣﺎ ﺟﻠﺲ ﻗﻮﻡ ﻓﺘﻔﺮﻗﻮﺍ ﻋﻦ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺇﻻ ﺗﻔﺮﻗﻮﺍ ﻋﻦ ﺃﻧﺘﻦ ﻣﻦ ﺟﻴﻔﺔ ﺣﻤﺎﺭ .

Tidaklah suatu kaum duduk bersama kemudian mereka berpisah tanpa bersolawat kepada Nabi ﷺ kecuali mereka berpisah dalam keadaan lebih bau dari bangkai himar”.

Ibnul Jauziy ra dalam kitab al-Bustan mengomentari isi hadits marfu’ di atas:

ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﺠﻠﺲ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﺼﻠﻰ ﻓﻴﻪ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﺤﺎﻟﺔ ﻓﻼ ﻏﺮﻭ ﺃﻥ ﻳﺘﻔﺮﻕ ﺍﻟﻤﺼﻠﻮﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﻣﺠﻠﺴﻬﻢ ﻋﻦ ﺃﻃﻴﺐ ﻣﻦ ﺧﺰﺍﻧﺔ ﺍﻟﻌﻄﺎﺭ، ﻭﺫﻟﻚ ﻻﻧﻪ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛﺎﻥ ﺃﻃﻴﺐ ﺍﻟﻄﻴﺒﻴﻦ ﻭﺃﻃﻬﺮ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﻳﻦ، ﻭﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺗﻜﻠﻢ ﺍﻣﺘﻸ ﺍﻟﻤﺠﻠﺲ ﺑﺄﻃﻴﺐ ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻤﺴﻚ .

“Ketika suatu majlis (perkumpulan) yang tidak di akhir bacaan sholawat seperti itu keadaannya, maka tidak mengherankan bila orang-orang yang berpisah dari suatu perkumpulan yang bersolawat kepada Nabi ﷺ lebih harum dari gudang minyak wangi (parhum) karena Baginda Nabi ﷺ adalah paling harum dan paling suci (di antara semua mahluk) dan ketika Nabi ﷺ bersabda, maka majlis (yang ditempati Nabi ﷺ) dipenuhi aroma harum semerbak lebih dari pada kastir.”

ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻣﺠﻠﺲ ﻳﺬﻛﺮ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺗﻨﻤﻮ ﻣﻨﻪ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﻃﻴﺒﺔ ﺗﺨﺘﺮﻕ ﺍﻟﺴﻤﻮﺍﺕ ﺍﻟﺴﺒﻊ ﺣﺘﻰ ﺗﻨﺘﻬﻲ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ، ﻭﻳﺠﺪ ﻛﻞ ﻣﻦ ﺧﻠﻘﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺭﻳﺤﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ، ﻏﻴﺮ ﺍﻹﻧﺲ ﻭﺍﻟﺠﻦ، ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻟﻮ ﻭﺟﺪﻭﺍ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺮﺍﺋﺤﺔ ﻻﺷﺘﻐﻞ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺑﻠﺬﺗﻬﺎ ﻋﻦ ﻣﻌﻴﺸﺘﻪ .

“Begitu juga majlis (perkumpulan yang di dalam disebutkan nama Nabi ﷺ tentu akan semakin bertambah harum aromanya menembus tujuh langit hingga hingga ke Arsy dan semua mahluk di bumi akan merasakan (mencium) aroma keharumannya kecuali manusia dan jin. Seandainya manusia dan jin dapat merasakan (mencium) keharuman itu, maka mereka semua akan disibukan dengan ladzatnya aroma keharuman itu hingga mereka lupa dengan urusan ekonominya”.

ﻭﻻ ﻳﺠﺪ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺮﺍﺋﺤﺔ ﻣﻠﻚ ﺃﻭ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻻ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﻤﺠﻠﺲ، ﻭﻳﻜﺘﺐ ﻟﻬﻢ ﺑﻌﺪﺩ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻛﻠﻬﻢ ﺣﺴﻨﺎﺕ، ﻭﻳﺮﻓﻊ ﻟﻬﻢ ﺑﻌﺪﺩﻫﻢ ﺩﺭﺟﺎﺕ، ﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﻠﺲ ﻭﺍﺣﺪ ﺃﻭ ﻣﺎﺋﺔ ﺃﻟﻒ، ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻳﺄﺧﺬ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻷﺟﺮ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﺪﺩ، ﻭﻣﺎ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺜﺮ .

“Dan para malaikat atau makluk Allah ﷻ tidaklah akan menemukan (mencium) aroma keharuman itu kecuali mereka memintakan ampunan untuk ahli majlis (perkumpulan) yang bersolawat dan di catat untuk mereka kebaikan setara dengan jumlah semua mahluk (yang memintakan ampunan) serta derajat mereka di angkat setara dengan hitungan mahluk tersebut, baik di dalam majlis (perkumpulan) hanya berjumlah 1 orang atau 100 ribu. Yang jelas, setiap orang (berapapun jumlahnya) akan dapat pahala sesuai dengan jumlah mahluk (yang memintakan ampunan) bahkan di hadapan Allah ﷻ lebih banyak lagi pahalanya.”

Waallahu A’lamu

Semoga Manfaat

📌Referensi:

📖 Hasyiyah ‘Ianatu al-Thalibin ala Hilli al-Fadhi Fathu al-Mu’in| Sayyid Abu Bakar Syatha| Daru al-Kutub juz 1 hal 11-12
______________________________________
2 #Cinta_Nabi| Posted By: Abdul Adzim
Bangkalan, 20 Ramadhan 1441 H

komentar

Related Posts