Kisah Datu Kalampayan Buat Kagum Kapten Belanda

Suatu waktu, Syaeikh Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan sedang dalam perjalanan pulang dari menuntut ilmu di Kota Makkah ke Banjarmasin. Beliau pulang menggunakan kapal Belanda. Ketika ditengah laut Jawa, sang kapten kapal Belanda Bertanya.

“Ya, Tuan Haji Besar! Berapakah kedalaman laut Jawa ini?” Tanya kapten kapal. (Haji Besar adalah gelar kehormatan bagi tuan guru yang menuntut ilmu di tanah suci Makkah)

Sebelum Menjawab, Datu Kalampayan memandangi laut jawa tersebut, kemudian beliau menjawab. “200 meter” jawab beliau.

Kapten Belanda tadi tidak langsung percaya dengan jawaban beliau, kemudian dia mengambil meteran panjang dan mengukur kedalaman laut tersebut. setelah diukur ternyaata kedalaman laut tersebut 200 meter, sedikitpun tidak kurang atau lebih, kapten Belanda itu menggelengkan kepalana mendengar jawaban Datu Kalampayan tadi.

“Tuan Haji Besar, anda orang hebat!” puji kapten kapal.

“Dari mana tuan mengetahui bahwa kedalaman laut jawa ini 200 meter? tanya kapten kapal.

Dari warna airnya, bila air laut berwarna putih kebiru biruan, maka kedalamannya 200 meter, seperti laut Jawa ini. Bila warna air kebiru biruan maka kedalamannya mencapai 2000 meter, dan bila berwarna biru, kedalamannya mencapai 2000 meter lebih” jawab Syekh Muhammad Arsyad dengan Mantap.

“Tuan, betul” Kata kapten Belanda itu kagum akan kecerdasan dan ilmu yang beliau miliki

Sumber : Buku Datu Datu Terkenal Kalimantan Selatan Hal.33

Dari cerita tersebut, kita tau bahwa beliau adalah tokoh yang tak hanya alim ilmu akhirat, tapi juga dalam hal ilmu dunia . Mudah mudahan kisah ini dapat menambah cinta kita kepada beliau (Datu Kalampayan) dan bisa membuat kita meneladani ketekunan dan akhlaq beliau dalam menuntut ilmu.

آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﷺ

Related Posts