28/05/2020

Kisah Rotan Habib Sholeh bin Abu Bakar Alaydrus Palu

Namanya Habib Sholeh bin Abu Bakar Alaydrus. Kelahiran Lawang Malang, tinggal di Palu.

Beliau dikenal sebagai Habib Rotan dari Poso. Dikenal demikian sebab beliau selalu membawa rotan saat konflik Poso. Rotan yang kalau dipukulkan ke orang langsung mati. Bahkan dari jauh, belum terkena pukulan, langsung mati.

Beliau bercerita, “Ini rotan gak ane isi senjata apa-apa, ane cuma isi rotan ane pake Ratib Al Haddad”. Setiap hari beliau dan santrinya selalu mengamalkan Ratib Al Haddad.

Ada seorang mualaf yang menceritakan bahwa saat berperang melawan Habib Sholeh, mereka melihat ada pasukan kuda putih yang menyerang mereka. Mereka pun lari dan kabur– sang mualaf tersebut sekarang tinggal di desa Marowo Kab.Tojo Una-una.

Ahad kemarin (23/12), beliau mengajak kami, rombongan GP. Ansor (baik Pusat, Wilayah dan Cabang se Sulteng), ke lokasi pembangunan Gedung Majlis Dzikir Nuurul Khairaat yang beliau pimpin. Berada di Gunung Gawalise, di tempat suku Da’a, tempat di mana kota Palu nampak indah. Peletakan batu pertama.

Melalui Majlis Dzikir, beliau membimbing ribuan warga. “Di Indonesia Timur, saya punya ribuan Majlis Dzikir…”, katanya berbisik.

“Di Majlis Dzikir, warga diajak baca apa, Bib”, tanya saya.

“Rotibul Haddad”, jawab beliau.

“Itu saja?!”, tanya saya lagi.

“Ya…”

(Penulis: M Luthfi Thomafi, PP GP Ansor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *