Pengakuan Pendaku Salafi Bahwa Asy’ariyah dan Maturidiyah Adalah Mayoritas Ulama

Bila mau jujur mengungkap sejarah, tak bisa dipungkiri bahwa Asy’ariyah dan Maturidiyah adalah akidah mayoritas ulama di dunia yang dikenal sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah. Biasanya fakta ini ditolak oleh orang-orang yang tak jujur dan gengsi. Beberapa bahkan menulis buku yang memunculkan nama-nama tokoh yang sebenarnya tenggelam dari perhatian sejarah untuk dipopulerkan kembali agar terkesan kelompoknya makin banyak.

Penulis dari kalangan pendaku salafi dalam gambar ini adalah orang yang lumayan jujur mengakui hal ini. Ia menulis bahwa:

1. Asy’ariyah dianut oleh pengikut mazhab Syafi’iyah dan Malikiyah
2. Maturidiyah dianut oleh pengikut Mazhab Hanafiyah
3. Shufiyah masuk dalam berbagai mazhab yang ada

Dari ketiga kelompok di atas sudah jelas terlihat berapa jumlahnya. Tiga mazhab fikih, yakni Hanafiyah, Malikiyah dan Syafi’iyah bersatu dalam barisan akidah yang sama, yaitu Asy’ariyah dan Maturidiyah.

Sedangkan mazhab akidah si penulis diklaim diikuti oleh:

1. Mayoritas orang Awam. Tentu saja ini lucu sebab orang awam tak punya mazhab apa pun. Mereka ikut siapa pun yang mereka temui atau buku siapa pun yang mereka baca, itu pun hanya tahu sedikit sebab mereka awam. Yang jelas, biasanya mereka tak masuk hitungan ketika berbicara soal kelompok pemikiran sebab mereka tak kenal pemikiran apa pun secara baik untuk diperhitungkan.

2. Mayoritas pengikut mazhab Hanbali.

3. Ahlul Hadis. Ini murni klaim kosong tanpa bukti sebab justru mayoritas Imam Ahlul Hadis adalah Asy’ariyah dan Maturidiyah. Bisa dicek di kitab-kitab syarah hadis yang nyaris seluruhnya menampilkan tafwidh atau takwil yang merupakan ajaran Asy’ariyah dan Maturidiyah. Agar klaim bahwa ahli hadis mengikuti mazhab akidah kelompok si penulis terlihat banyak, biasanya yang dikutip adalah ahli hadis dari kalangan internal Hanbali sendiri (ini berarti overlapping data sebab sejatinya poin nomer dua yang dipakai) atau ahli hadis non-Hanbali yang memakai metode tafwidh dikesankan mengikuti mazhab mereka yang memakai metode makna dhahir.

Penulis ini memakai kata “mayoritas” (As-sawad al-A’dham dan al-jumhur) mungkin agar terkesan banyak. Untunglah di akhir masih jujur mengakui bahwa jumlah ulama mereka LEBIH SEDIKIT dari Asy’ariyah dan Maturidiyah. Tak semua penulis dari kelompok mereka jujur mengakui ini.

*Saya sengaja menyebut kelompok mereka sebagai mazhab, bukan manhaj sebab sudah mencukupi definisi mazhab.

Related Posts