Tazkiyatu An-nafs (Pembersihan Hati dan Diri) - Atorcator

Tazkiyatu An-nafs (Pembersihan Hati dan Diri)

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 10 ramadhan. Pertanyaannya sudahkah hati nyaman dan siap untuk kedepannya, mau bagaimana dan dibawa kemana jiwa raga ini dalam kehidupan?

Momentum satu tahun sekali yang sangat menggembirakan bagi kita semua yakni berjumpa bulan mulia ramadhan, dan mungkin bagi sebagian orang ini adalah momen untuk memaksimalkan diri beribadah lebih dekat kepada sang ilahi robbi.

Akan tetapi, bukan berarti di bulan-bulan yang lainnya tidak memaksimalkan hal tersebut. Harus sadar bahwa ramadhan ini bukanlah final, melainkan bentuk latihan untuk kedepannya yang lebih baik.

Ada banyak cara dalam permbersihan hati dan diri, seperti yang kita ketahui bersama yaitu dengan dzikir, muhasabah, tafakkur dan lain-lain.

Ramadhan ini kita berupaya memaksimalkan ibadah puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Tetapi kita diperintahkan juga mensucikan hati dan jiwa dengan zakat fitrah.

Namun yang lebih ditekanan di sini mengingat situasi pandemi COVID-19, bahwasanya makhluk Allah bernama virus corona yang ukurannya kecil memaksa seluruh umat manusia tunduk dan rendah hati terhadap ilahi robbi.

Artinya apa?

Kita harus sadar bahwa tidak ada yang perlu disombongkan karena status kita hanyalah hamba. Serta ibroh dari semua ini supaya kita bisa istiqomah derngan beramal baik dan beribadah, sebab dengan istiqomah akan melahirkan karomah.

Seperti juga di dalam kalam ulama’ diterangkan bahwa istiqomah lebih baik daripada 1000 karomah.

الأستقامة خير من ألف كرامة

Jadi pada intinya di dalam permbersihan hati dan diri ini yang perlu digaris bawahi kita harus lebih sadar berbenah diri dan berusaha untuk selalu istiqomah di dalam amalan-amalan yang lebih baik.

Judul di atas, berkacamata pada kitab mursyidul amin karangan imam Al-gozali, bahwasanya dalam bab 21 pasal ” فى عجائب القلب”

Dalam hadis Rasulullah saw bersabda yang di riwayat kan imam bukhori & imam muslim :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن فىي جسد ٱبن آدم مضغة، إذا صلحت صلح الجسد كله وصلح له‍‍ا سائر البدن، ألا وهي القلب.

Dalam hadist ini pada intinya diterangkan ketika mudhgob (hati) itu baik, maka baik pula seluruh tubuhnya, begitupun sebaliknya.

Semoga kita semua bisa memaksimalkan permbersihan hati dan diri dengan penuh kebahagiaan, laa haula wala quwwata illa billah.

Sekian, wallahu a’lam

komentar

Related Posts