Wahai Para Dai, Sampai Kapan Terus Membohongi Diri Sendiri? - Atorcator

Wahai Para Dai, Sampai Kapan Terus Membohongi Diri Sendiri?

Bisa membuat orang jadi mualaf? Bisa membuat banyak orang taubat? Bisa membuat banyak orang nambah ilmunya? Banyak orang kagum dengan ilmu dan wawasanmu dan luasnya bacaanmu? Berhasil menang debat bahkan dengan yang mempunyai gelar akademis yang lebih tinggi darimu? Punya ribuan folowwer? Apa kamu bahagia dengan itu?

Percayalah padaku kali ini. Itu semua tidak berarti kalau kamu tidak pernah melihat hati kamu sendiri, bagaimana keadaannya? Menjadi sebab hidayah bagi orang lain, tapi tidak bisa mendapatkan hidayah bagi diri sendiri? Bisa menyalamatkan orang lain diakhirat dengan menunjuk jalan, tapi lupa menyelamatkan diri sendiri,Balaa haa!!

Apakah kamu menisbatkan semua itu pada dirimu? Dan mulai melupakan Tuhan? Kamu mulai membantah dalam hatimu bahwa kamu melakukan itu karena tuhan kan? Berhentilah berbohong pada diri sendiri, karena kamu masih sakit hati jika orang mengingkari semua “prestasimu’. Selama ini kamu tampak saja sedang berdakwah dijalan Allah, padahal sebenernya kamu sedang memenuhi ambisimu, kamu coba mengingkarinya? Kenapa masih kesal jika kerja dakwahmu dihina dan dianggap remeh oramg lain? Itu bukti bahwa kamu masih berdakwah untuk dirimu sendiri!!

Lalu sesekali perhatikan Apakah dengan menjadi sebab hidayah bagi orang, mengajar orang, berdakwah membuat kita makin dekat dengan allah? Dimana posisiku sekarang dihadapan allah? kali ini tanyakanlah pada hatimu apakah yang sudah aku persiapkan sebagai bekal? Untuk pujian tuhan kah amalku? Atau pujian manusia? Adakah kebanggan setelah kamu menjadi sebab hidayah bagi orang lain? Adakah rasa pintar setelah memperbaiki pemikiran orang lain?

Bagaimana kalau mereka tidak memujimu setelah ini? Kesalkah kamu? Jika kamu kesal, Ingat nabi pernah mengingatkan kita kalau tuhan sesekali menjaga agamanya melalui seorang penjahat, dan itu adalah kamu!! Tujuan utama berdakwah adalah memperbaiki diri Kata imam ghazali, oramg seperti kamu ibarat jarum pintal, dia menjahit pakaian untuk orang lain tapi dia sendiri tanpa baju dan telanjang

Wahai manusia setidaknya seumur hidup sekali, berdirilah didepan kaca dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benangpun, lalu lihatlah betapa kotornya kamu, betapa menjijikannya kamu, bukan begitu? Setelah itu pikirkanlah sejenak, ini badan darimana asalnya? dan kemana akan berakhir?

Sekarang Wahai dai, atau orang yang banyak membaca, yang pintar dan merasa dalam kebenaran dan membela kebenaran, renungkanlah nasibmu kelak walau sebentar saja, jangan-jangan selama ini kamu lagi dibodohin setan mengaku sedang beramal untuk agama allah padahal sedang mengharap pujian manusia, umat, ulama, dan penguasa dengan harapan banyak like dan disenangi orang lain, karena kamu dianggap pintar dan punya wawasan luas.

Sungguh abu bakar RA menjadi orang terbaik setelah para nabi karena selalu mengosongkan waktu untuk merenung tentang dirinya. Sekarang sisihkan waktu sejenak untuk merenung, apakah aku sedang beramal untuk allah? Atau untuk pujian manusia? Bohooooong!!! Berhentilah menipu diri sendiri!

Pak ustad, biar selalu ingat tujuan anda harus berdakwah maka perbanyaklah mengulang “ilahi anta maqsudy, wa ridhaka mathluby”, ya tuhanku engkaulah tujanku, dan ridhaMu yang kuinginkan

komentar

Related Posts