Bolehkah Shalat Gerhana setelah Ashar? - Atorcator

Bolehkah Shalat Gerhana setelah Ashar?

Hari ini 21 Juni 2020 insya Allah akan terjadi gerhana matahari cincin. Di Jawa Timur gerhana akan mulai pada 14.57 WIB, puncak gerhana terjadi pada 15.21 WIB, dan gerhana berakhir 15.48 WIB. Melihat terjadinya gerhana tersebut kemungkinan besar pelaksanaan shalat gerhana dilakukan setelah pelaksanaan shalat Ashar karena waktu shalat Ashar pukul 14.55. Pertanyaannya bolehkah shalat setelah Shalat Ashar?

Memang ada larangan untuk shalat setelah shalat Subuh dan Asar sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut

لاَ صَلاَةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ ، وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ

“Tidak ada shalat setelah shalat Shubuh sampai matahari meninggi dan tidak ada shalat setelah shalat ‘Ashar sampai matahari tenggelam.” (HR. Bukhari, no. 586 dan Muslim, no. 827)

Namun menurut ulama’ larangan tersebut berlaku hanya untuk shalat mutlak yang tidak ada sebab. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh imam Nawawi

النَّهْيُ وَالْكَرَاهَةُ فِي هَذِهِ الْأَوْقَاتِ، إِنَّمَا هُوَ فِي صَلَاةٍ لَيْسَ لَهَا سَبَبٌ، فَأَمَّا مَا لَهَا سَبَبٌ فَلَا كَرَاهَةَ
[النووي، روضة الطالبين وعمدة المفتين، ١٩٢/١]

“Larangan dan makruh shalat di waktu-waktu tero hanya berlaku untuk shalat tanpa sebab. Adapun shalat yang memiliki sebab, maka boleh tidak makruh”

Imam Nawawi melanjutkan beberapa contoh shalat yang memiliki sebab tersebut

فَمِنْ ذَوَاتِ الْأَسْبَابِ الْفَائِتَةُ، فَإِنَّهُ يَجُوزُ فِي هَذِهِ الْأَوْقَاتِ، قَضَاءُ الْفَرَائِضِ، وَالسُّنَنِ، وَالنَّوَافِلِ الَّتِي اتَّخَذَهَا الْإِنْسَانُ وِرْدًا لَهُ.
وَتَجُوزُ صَلَاةُ الْجِنَازَةِ وَسُجُودُ التِّلَاوَةِ وَسُجُودُ الشُّكْرِ وَرَكْعَتَا الطَّوَافِ وَصَلَاةُ الْكُسُوفِ. وَلَوْ تَطَهَّرَ فِي هَذِهِ الْأَوْقَاتِ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ. وَلَا تُكَرَهُ صَلَاةُ الِاسْتِسْقَاءِ فِيهَا عَلَى الْأَصَحِّ.
[النووي، روضة الطالبين وعمدة المفتين، ١٩٣/١]

“Termasuk shalat yang memiliki sebab adalah shalat qadha’. Karena itu boleh melakukan shalat qadha’ baik fardhu atau sunnah yang sudah menjadi kebiasaan pada waktu tersebut. Boleh pula shalat jenazah, sujud tilawah, sujud syukur, dua raka’at thawaf, dan shalat gerhana. Andaikan seseorang bersuci pada waktu tersebut juga diperbolehkan shalat dua rakaat wudhu. Begitu pula tidak makruh shalat istisqa’ menurut pendapat Ashah'”

komentar

Related Posts