Dekonstruksi Tahfiz Akhir Zaman

Dua hari yang lalu saya ngobrol dengan salah satu teman yang sudah lama sekali tak jumpa. Luar biasa. Obrolannya bisa dibilang berkelas tentang Tahfiz. Kebetulan ia seorang yang hafiz Al-Qur’an, sedangkan saya tidak. Saya dimotivasi untuk menghafal, sebab baginya belakangan hafiz Al-Qur’an sudah sedikit, Al-Qur’an harus diselamatkan melalui terus dihafal.

Tentu saja, saya bangga punya teman seperti dia, punya ghirah menghafal Al-Qur’an yang sangat tinggi. Dan semangat memotivasi orang yang nampaknya sangat ikhlas. Dari awal pertemuan, saya diceritakan proses menghafal dia secara detail dan panjang lebar. Sampai saya tak punya waktu untuk meresponnya.

Orang-orang seperti dia harus kita apresiasi semangatnya. Saya punya banyak teman Tahfiz, mulai dari laki-laki hingga perempuan. Saya hanya bisa bangga dan mengapresiasi mereka, belum bisa mengikuti jejaknya. Satu tahun yang lalu saya diberikan kesempatan untuk membantu para hafiz Al-Qur’an melalui donatur yang saya dan teman-teman kumpulkan. Alhamdulillah bisa mencukupi 10 hafiz dengan biaya gratis (tahaddus bin nikmah)

Namun dengan demikian, sepertinya kita tidak bisa berbangga di urusan Tahfiz saja. Walau pada prinsipnya, kita harus setuju’ Tahfiz adalah sangat penting dan utama dan memiliki pahala tersendiri. Kita perlu mendekonstruksi Tahfiz pada tingkat yang lebih tinggi.

Pendekonstruksian ini tentu perlu waktu yang cukup panjang. Misal yang hafiz bisa naik tingkat, bisa mengetahui Asbabun Nuzul, Nasakh Mansukh, Siyaq, Munasabah, Makki Madani, Nuzulul Quran, Al-Wujuh Wa An-Nazhair, Sab’atu Ahruf, Rasm Utsmani, Ilmu Mushaf, Ilmu Qiraat Sabah dan Asyrah, Muhkam dan Mutasyabih, ‘Aam dan Khash, Muthlaq dan Muqayyad, Mafhum dan Manthuq, I’jazul Quran, Aqsamul Quran, Amtsalul Quran, Jadalul Quran, Qashashul Quran.

Seandainya bisa seperti ini, kan luar biasa. Al-Qur’an punya masa depan cerah yang benar-benar bisa dikaji secara keilmuan. Saya bisa belajar. Belakangan ini, hafiz Al-Qur’an masih pada tataran hafal saja. Saya masih terus menunggu pemuda-pemuda Tahfiz masa depan yang memiliki keilmuan yang komprehensif dan kompeten dari sisi tafsir dan keilmuan Al-Qur’an lainnya.

Mohon maaf saya bukan hafiz, tapi senang dengan hafiz apalagi hafizah. Gus Baha’ mungkin salah satu rekomendasi akhir zaman ini untuk belajar Al-Qur’an beserta tafsir dan ilmu Al-Qur’anya

Related Posts