Inilah Keutamaan Menikahi Gadis (Perawan)

Ilustrasi: NU online
Ilustrasi: NU online

Kenapa aku milih kamu? Salah satu alasannya adalah karena kamu masih gadis (perawan). Perempuan yang masih perawan lebih utama daripada yang sudah menjanda, kecuali bagi laki-laki yang alat kelaminnya lemah sehingga tidak bisa membedah keperawanan. Namun laki-laki seperti ini langka sekali. Dalam sebuah hadis disebutkan:

عَنْ جَابِرٍ قَال قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ نَكَحْتَ يَا جَابِرُ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ مَاذَا أَبِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا قُلْتُ لَا بَلْ ثَيِّبًا قَالَ فَهَلَّا جَارِيَةً تُلَاعِبُكَ.

“Dari sahabat Jabir, beliau berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Apakah kamu baru menikah, wahai Jabir?” Saya menjawab: “Iya, Ya Rasulallah.” Rasulullah berkata:“Perawan atau janda?” Saya menjawab: “janda”. Beliau berkata: “Alangkah baiknya kamu menikahi perawan, kamu dapat bermain-main bersamanya.” (HR. Bukhori)

Inti dari hadis ini adalah dalam memilih jodoh hendaknya yang masih perawan karena memiliki beberapa kelebihan, diantaranya ialah:

✓ Lebih banyak dan cepat melahirkan keturunan
✓ Lebih manis dan lembut tutur katanya
✓ Lebih mulia akhlaknya
✓ Lebih bisa menerima pemberian yang sedikit dari suami
✓ Lebih kecil kemungkinan berbuat makar terhadap suaminya
✓ Dan yang pasti lebih mesra ketika diajak bercanda.

Refrensi:

1. Zainuddin bin ‘Abdul Aziz al-Malibari as-Syafi’i, Fath al-Mu’in bi Syarh Qurroh al-‘Ain bi Muhimmah ad-Din, (Beirut: Dar al-Fikr, tth.), III/271-272.

( وبكر ) أولى من الثيب للأمر به في الأخبار الصحيحة إلا لعذر كضعف آلته عن الإقتضاض.

2. ‘Ali bin Muhammad Sulthon, Syarh Musnad Abi Hanifah, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah). 231.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “انكحوا” ” بهمزة الوصل وكسر الكاف أي تزوجوا “الجواري” أي البنات الشابات أي الأبكار والصغار “فإنهن أنتج أرحاما” أي أسرع ولادة “وأطيب أفواها” أي أحسن مكالمة أو أعذب ملايمة “وأعز أخلاقا” أي في باب المعاشرة والمباشرة.قد روى ابن ماجه والبيهقي عن عويم بن ساعدة مرفوعا: “عليكم بالأبكار فإنهن أعذب أفواها وأنتق أرحاما وأرضى باليسير” أي من العمل كما في رواية. وزيد في رواية: ” وأقل خبا ” أي خداعا وفي أخرى: ” وأسخن أقبالا “.

Bangkalan, 09/06/2020.

Related Posts