Kecerdasan Intelektual Menurut Prof. Quraish Shihab

Ilustrasi: @imam_baihaqi

Kebutuhan manusia dalam menjalani roda kehidupan selain kecerdasan spiritual dan emosional adalah kecerdasan intelektual. Quraish Shihab menempatkan posisi ketiga dari yang pertama kecerdasan spiritual, kedua kecerdasan emosional dan yang ketiga kecerdasan intelektual tentu memiliki maksud dan tujuan. Dan kecerdasan intelektual ini tidak bisa bekerja maksimal selama tidak dibarengi dengan kedua kecerdasan di atas. Dan bahkan bisa menjerumuskan manusia ke dalam jurang kebinasaan.

Kepintaran bukan segalanya ia masih bergantungan pada kejiwaan. Dan ini yang disampaikan oleh Romo KH. Ahmad Hasyim Muzadi, “Kecerdasan dan kepandaian bukan segalanya ia masih bergantung pada kejiwaan. Ketika kejiwaan itu goncang intelektualitas bisa goncang karena instabilitas rohani” (KH. Hasyim Muzadi)

Kesalingan dalam bekerja harus dimulai dari garak batin kita. Seperti yang disampaikan dalam tulisan sebelumnya bahwa ketika batin kita bergerak seperti ini maka intelektual kita harus mampu mengkonfirmasi kebenarannya. Jangan sampai bertentangan. Begitu juga dengan kecerdasan, kecerdasan harus turun ke hati supaya kecerdasan itu berbuah manis dan menyelamatkan.

Dan ini harus diingat pula, kata Quraish Shihab, kebodohan bukanlah sekadar lawan dari banyaknya pengetahuan, karena bisa saja seseorang memiliki informasi yang banyak tetapi apa yang diketahuinya tidak bermanfaat baginya. Maka harus diingat betul bahwa tidak sedikit dengan kecerdasan seseorang dimiliki ia bisa membakar dirinya sendiri karena tidak diimbangi dengan dua kecerdasan di atas.

Dan yang paling penting dari tiga kecerdasan, spiritual, emosional, dan intelektual adalah kesalingan dalam bekerja. Tiga-tiganya harus kooperatif. Sulit, iya. Tapi insya Allah ketika kita sudah bertekad dan berusaha maka Allah akan memberikan kemudahan kepada kita.

Sumenep, 23 Juni 2020

Related Posts