KH. Ahmad Hasyim Muzadi dan KH. Maimoen Zubair: Ulama Santun Panutan Ummat Akhir Zaman - Atorcator

KH. Ahmad Hasyim Muzadi dan KH. Maimoen Zubair: Ulama Santun Panutan Ummat Akhir Zaman

Ilustrasi; koleksi penulis
Ilustrasi; koleksi penulis

Dua ulama ini bukan saja memiliki kedekatan pengalaman keagamaan dan emosi keagamaan serta wawasan keilmuan yang klop baik wawasan keagamaan maupun kebangsaan. Tetapi dua ulama ini juga memiliki kedekatan kekeluargaan dari jalur ibu. ”Kiai Hasyim Muzadi itu paman saya, saudara sepuh saya, paklek saya,” ungkap Mbah Moen dalam satu acara

Suasana haru kedekatan dua ulama ini sudah banyak disaksikan orang. Dalam satu acara, konon dua ulama ini saling mencium tangan masing-masing. Ketika KH. Hasyim Muzadi sedang ngisi mauidzah hasanah di panggung tiba-tiba kiai Maimoen Zubair datang, spontan kiai Hasyim Muzadi meletakkan mickroponnya dan turun panggung untuk menyambut dan menghormati kedatangan kiai Maimoen Zubair.

Tak diduga dan nggak disangka, suasana acara menjadi haru menyaksikan akhlak mulia dua ulama yang saling merangkul dan mencium tangan. Hadirin menonton sebuah pertunjukan yang sangat mulia dan diliputi suasana haru dan menggugah hati.

Hubungan kedekatan dua ulama demikian itu sebagai contoh bahwa akhlak adalah segala-galanya. Sikap dan tindakan adalah referensi yang paling tepat untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Ini suri teladan ummat Islam khususnya warga Nahdliyyin. Hari ini kita butuh teladan hidup, butuh imajinasi sosiologis seperti yang dicontohkan Mbah Moen dan Abah Hasyim Muzadi.

Gaya khas beliau berdua adalah kesantunan dalam mendialogkan agama dengan ummat. Tentu saja, khas humor yang sangat melekat, substansial dan mengenak ke sanubari para pengikutnya, baik pengikut dan pendengar yang informal yang selalu menghadiri pengajian beliau berdua maupun santri yang tinggal di pesantrennya.

Diakui atau tidak, dua ulama ini juga sosok yang tidak hanya memiliki posisi kuat dalam struktur sosial islam, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengomunikasikan dan menyosialisasikan pengetahuan dan khazanah keilmuan. Buktinya, beliau banyak berdakwah di majelis-majelis dan forum-forum ilmiah tingkat regional, nasional dan internasional.

Perjalanan intelektual dan spiritual serta karir politiknya sudah tidak diragukan lagi. Pengabdian beliau terhadap Nahdhatul ulama juga sebagai posisi sentral sangat besar dan luas. Tidak perlu saya sebutkan semua warga Nahdliyyin sudah tahu.

Dari sekian banyak ceramah dan pengajian yang saya ikuti baik secara langsung maupun melalui Chanel YouTube, dua ulama ini memang mengedepankan kualitas kemampuan mendialogkan agama sebagai solusi dan pedoman hidup, enak didengar, mudah dipahami, teduh dan melindungi seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang.

Selain itu, dua tokoh ini sudah mewarisi ilmu melalui berdirinya pesantren sebagai pusat studi Islam. Pesantren yang didirikan oleh beliau berdua adalah pesantren yang memang disiapkan untuk menjawab tantangan zaman. Tidak berlebih kiranya, kiranya saya menyebut beliau berdua adalah inovator ulung pesantren masa kini.

Semoga Allah memberikan tempat yang baik di sisi-Nya. Alfatihah….

Sumenep, 11 Juni 2020

komentar

Related Posts