KH. Dhofir Munawar: Ikuti Etika Perkuliahan - Atorcator

KH. Dhofir Munawar: Ikuti Etika Perkuliahan

Proses perkuliahan di pesantren Sukorejo, tetap mengikuti ketentuan pengelolaan perguruan tinggi yang berlaku. Karena minimnya tenaga pendidik (dosen) dari dalam, maka Kiai As’ad banyak mendatangkan dosen-dosen dari luar, seperi IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan lain-lain. Setiap kuliah, santri yang mengikuti perkuliahan diharuskan pakai celana, tdk pakai sarung yang biasa dipakai setiap hari. Para mahasiswa dengan tertib memakai pakai “resmi” perkuliahan.

Salah satu pendidik atau dosen yang diberi tugas memberi kuliah adalah KH. Dhofir Munawar, dosen dari dalam. Kuliah dilaksanakan di aula pondok secara umum. Sebagai kiai yang juga dosen, Syekh Dhofir (biasa santri menyebutnya, karena kedalaman ilmu yang dimiliki) menyampaikan kuliah dengan memakai baju pesantren, sarung. Selesai memberi kuliah, syekh Dhofir menyampaikan pesan kepada para mahasiswa. Kenapa kalian tidak pakai celana sebagaimana kalian ikut kuliah dengan dosen2 lainnya? Semua mahasiswa terdiam, karena pesan dan nasihat itu dianggap sebagai teguran. Syekh Dhofir tidak pernah marah dengan nada keras dan tinggi. Teguran tersebut menjadi pelajaran para mahasiswa agar perkuliahan yg akan datang tetap pakai baju resmi. Andaikan saya menjadi dosen di luar, maka saya akan pakai baju resmi, seperti dosen2 yang datang ke sini( pesantren Sukorejo), memakai celana dan baju perkuliahan, demikian Syekh Dhofir melanjutkan nasehatnya.

Ternyata Kyai Dhofir sangat menghormati etika penyelenggaraan perguruan tinggi. Memakai baju resmi saat mengikuti perkuliahan adalah bagian dari akhlak dan etika yang harus dijunjung tinggi. Tampaknya sederhana soal pakaian, tetapi tidak demikian bagi orang-orang berilmu dan memahami etika. Akhirnya, mahasiswa yang keseluruhannya adalah santri Sukorejo mengikuti anjuran dari Syekh Dhofir. Bahwa pakaian menjadi salah satu standar dan indikator keindahan perangai atau akhlak seseorang.

Mengikuti etika penyenggaraan perguruan tinggi adalah bagian komitmen Syekh Dhofir dalam memberikan teladan kepada para santri yang ikut kuliah. Para santri Sukorejo yang ikut kuliah Syekh Dhofir, saat ini sudah sangat senior, bahkan sebagian sudah “berkumpul bersama” dalam rahmat Allah, memperoleh kasih sayang-Nya.

Gambar di atas ini adalah dua santri dan mahasiswa Syekh Dhofir yang sampai saat ini masih tetap sehat dan mengabdikan dirinya untuk melanjutkan perjuangan KHR. As’ad dan KH. Dhofir Munawar. Beliau adalah KH. Yazid Karimullah, pengasuh pondok pesantren Nurul Qornain, Balet Baru, Sukowono Jember dan yang sebelahnya adalah Usadz H. Mudzakkir A Fattah, yang masih mengabdikan dirinya di Pesantren Sukorejo, sebagai kepala bidang pendidikan tinggi. Semoga keduanya selalu dalam kesehatan dan keberkahan, amiiin.

komentar

Related Posts