Memberi Makan Kucing dan Sebuah Perenungan

Di rumah, ada lima kucing dan mereka satu keluarga. Keluarga kucing itu terdiri dari tiga anak, satu ibu, dan satu lagi kucing jantan yang statusnya tidak jelas, apakah dia sebagai bapak atau kucing biasa yang sekedar numpang hidup di rumah.

Sudah beberapa minggu aku di rumah semenjak pulang dari pesantren, aku mencermati perilaku mereka dengan seksama. Sekedar ingin mencari pelajaran dari adanya mereka di rumah.

Sudah barang tentu mereka adalah spesies hewan pemakan daging. Karnivora. Jadi tidak heran, salah satu dari mereka terkadang membawa tikus untuk mereka santap dan pernah satu kali aku mendapati salah satu dari mereka membawa burung.

Selain mereka berburu makanan sendiri dengan mencari tikus, kebetulan juga, aku sering disuruh untuk memberi mereka makan. Memberi makan mereka cukup sederhana, karena makanan mereka hanya berupa ikan pindang yang dilumat bersama nasi.

Jadwal mereka mendapat jatah makan dariku tidak menentu. Namun, biasanya mereka akan aku beri makan di malam hari; setelah aku shalat maghrib atau selepas shalat isya’.

Dari kegiatan inilah aku menemukan sebuah pelajaran yang meskipun tidak baru, tapi cukup membuatku tersenyum saat sudah memahaminya. Ya, aku tersenyum karena semakin merasa bersyukur kepada Allah, karena ternyata manusia ini diciptakan dalam kondisi yang luar biasa sempurna. Manusia diberi akal/hati agar berbeda dengan hewan.

Saat aku mengamati cara kucing-kucing menyatap makanannya, aku mendapati perubahan-perubahan karakter dan gestur tubuh yang sama sekali berbeda dari sebelum makanan tersaji. Bagaimana tidak, sebelum mereka melihatku mengambil piring untuk melumat makanan mereka, mereka adalah kucing² dengan sikap yang lembut. Mereka terkadang datang menghampiriku dan menggelayutkan tubuhnya di kakiku. Mereka, tiga anak kucing yang bersaudara itu, bisa bergurau sejadi-jadinya dihadapanku seperti pada umumnya gurauan kucing. Semua karakter mereka berubah saat makanan telah tersaji.

Kucing-kucing itu akan memasang kuda-kuda seolah akan menerkam buruan, kucing-kucing itu akan mengeluarkan suara yang menggeram dan mendengus seperti akan bertengkar, kucing-kucing itu lupa bahwa mereka satu keluarga sehingga terkadang mereka saling mencakar, dan yang paling penting mereka lupa kalau aku majikannya, Ah sial!. Tentu saja Itu semua terjadi hanya karena makanan yang ketika makanan habis, mereka akan kembali normal.

Pernah satu hari aku sengaja tidak memberi mereka makanan agar kelaparan, sebab aku ingin melihat bagaimana reaksinya. Ternyata, saat aku memberi mereka makanan, mereka semakin ganas. Naluri buas dari Nafsu-hewaniah mereka meningkat dan semakin tidak terkendali, mereka lupa segalanya dan yang mereka pikirkan hanya satu, makanan dan hanya makan.

Saat itulah aku mulai menyadari, manusia yang dalam penciptaannya diberi naluri hewan dalam bentuk nafsu-hewaniyah, oleh Allah pula manusia diberi akal/hati sebagai alat untuk mengontrol naluri hewan yang mereka miliki.

Dalam konteks manusia, nafsu-hewaniahnya jelas memiliki perbedaan baik dalam objek buruan nafsunya maupun dalam keinginan (bagaimana cara) manusia memuaskan hasrat nafsu mereka.

Objek buruan nafsu manusia beragam tapi setidaknya bisa dikumpulkan dalam tiga hal: Harta, Tahta, Wanita. Bukan hanya soal makanan.

Dalam mencari cara memuaskan nafsu mereka, manusia juga lebih kompleks sebab mereka memiliki akal. Manusia dapat menggunakan kecerdasannya untuk menemukan taktik apapun untuk mencapai apa yang dinginkan oleh nafsu mereka.

Pengendalian nafsu, adalah cara terbaik agar manusia tetap menjadi manusia dan bukan hewan. “Manusia yang manusia” kata Iksan Skuter.

Kalau manusia sudah tidak bisa mengendalikan nafsunya, mereka akan lupa segalanya; keluarga akan mereka pertaruhkan untuk bisa memiliki tahta, norma-norma agama akan mereka langgar untuk memuaskan hasrat seksual (wanita).

Sebagai santri, menurutku jalan terbaik untuk bisa mengendalikan nafsu adalah dengan berkhidmat kepada Guru dan ber-Adab kepada Guru. Bukankah Adab harus didahulukan dari ilmu?

Wallahu A’lam.

Related Posts