Mengenal Keluarga Sayyidina Ali bin Abi Tholib - Atorcator

Mengenal Keluarga Sayyidina Ali bin Abi Tholib

Ilustrasi: brilio

Setelah kemarin membahas tentang keluarga Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Sayyidina Umar bin Al-Khothob, Sayyidina Ustman bin Affan, sekarang kita akan membahas tentang keluarga Sayyidina Ali bin Abi Tholib.

Sayyidina Ali bin Abi Tholib mempunyai beberapa istri lebih dari empat. Akan tetapi bukan berarti bahwa pernikahan dengan beberapa wanita itu dilakukan dalam satu masa. Karena seorang laki-laki hanya diperbolehkan menikahi empat wanita dalam satu masa.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib menikah pertama kali dengan Sayyidatina Fathimah Az-Zahra pada bulan Dzul Qo’dah tahun kedua hijriah.

Dari pernikahan ini keduanya dikaruniai beberapa orang putra-putri yaitu:

1. Al-Hasan, lahir pada pertengahan bulan ramadhan tahun ketiga hijriah, dan wafat pada tahun lima puluh hijriah, dan dikubur di maqbaroh Al-Baqi’ Madinah.

Beliau memiliki putra putri bernama Tholhah, Al-Qosim, Al-Hasan, Zaid, Abu Bakr, Abdulloh, Amr, Abdurrahman, Muhammad, Ya’qub, Al-Husain, Ismail, Hamzah, Aqil, Ja’far, dan Ummu Al-Husain.

Diantara putra-putri beliau yang memiliki keturunan ada dua orang, yaitu Zaid yang memiliki putra bernama Al-Hasan, dan Al-Hasan yang terkenal dengan sebutan Al-Hasan Al-Mutsanna yang memiliki lima putra.

2. Al-Husain, lahir pada hari kelima bulan Sya’ban tahun empat hijriah, dan wafat pada tahun sepuluh Muharram tahun enam puluh satu hijriah.

Beliau memiliki putra bernama Ali Al-Akbar, Abdullah, Ja’far dan Ali Zainal Abidin.

3. Muhsin wafat setelah kelahirannya.

4. Ummu Kulstum Al-Kubro, dilahirkan pada tahun enam hijriah. Menikah dengan Sayyidina Umar dan dikaruniai putra bernama Zaid dan Ruqoyyah.

5. Zainab Al-Kubro, yang menikah dengan Abdullah bin Ja’far bin Abi Tholib.
Setelah Sayyidah Fathimah Az-Zahra meninggal dunia, Sayyidina Ali bin Abi Tholib kemudian menikah dengan beberapa wanita sebagai berikut:

1. Ummu Banin binti Hizam bin Kholid bin Robi’ah bin Al-Wahid bin Ka’ab bin Amir bin Kilab.

Dari pernikahan ini dikaruniai empat putra, yaitu: Al-Abbas, Ja’far, Abdullah dan Ustman.

2. Laila binti Mas’ud bin Kholid bin Malik bin Rib’iy bin Salma bin Jandal bin Nahsyal bin Darim bin Malik bin Handlolah bin Malik bin Zaid Munah bin Tamim.
Dari pernikahan ini dikaruniai dua putra bernama Ubaidillah dan Abu Bakar.

3. Khoulah binti Ja’far Al-Hanafiyyah.

Dari pernikahan ini dikaruniai putra bernama Abul Qosim Muhammad. Lebih dikenal dengan sebutan Muhammad bin Al-Hanafiyyah, ia dinisbatkan kepada ibunya untuk membedakannya dari putra-putra Sayyidah Fathimah. Lahir pada tahun dua puluh satu hijriah di Madinah, dan wafat pada tahun delapan puluh satu hijriah.

4. Asma’ binti Umais Al-Khots’amiyyah.

Asma’ sebelumnya menikah dengan Ja’far bin Abi Tholib, dan dikaruniai putra bernama Muhammad, Abdullah dan Aun. Ia menemani suaminya hijrah ke Habasyah, kemudian hijrah ke Madinah.

Setelah wafatnya Ja’far, Asma’ binti Umais menikah dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan dikaruniai putra bernama Muhammad bin Abu Bakar.
Setelah Abu Bakar meninggal, Asma’ binti Umais menikah dengan Sayyidina Ali bin Abi Tholib dan dikaruniai putra bernama Yahya.

Lihatlah indahnya pernikahan keluarga Abi Tholib dengan keluarga Abu Quhafah, ayah dari Abu Bakar Ash-Shiddiq.

5. Al-Shohba’ Ummu Habibah binti Robi’ah bin Bujair dari Bani Taghlib bin Wa’il.
Dari pernikahan ini dikaruniai putra putri bernama Umar dan Ruqoyyah.

6. Ummu Sa’id binti Urwah Al-Tsaqofiyyah.

Dari pernikahan ini dikaruniai putri bernama Ummul Hasan dan Romlah Al-Kubro.

7. Muhayyah binti Imri’il Qois bin Adi bin Aus bin Jabir bin Ka’ab bin Ulaim.
Dari pernikahan ini dikaruniai putri yang meninggal kecil.

Sebelum wafat, Sayyidatina Fathimah Az-Zahra berwasiat agar Sayyidina Ali bin Abi Tholib menikah dengan Sayyidah Umamah, putri dari saudara Fathimah yang bernama Zainab binti Rosululloh. Umamah adalah cucu Nabi Muhammad.

Pernikahan ini dimaksudkan agar semua keturunan dari Rosululloh tidak terlepas dari Bani Hasyim melalui Sayyidina Ali Karromallohu Wajhah.

Dari jalur ayah, Umamah adalah putri dari Abul Ash bin Al-Robi’ bin Abdul Uzza bin Abdi Syams.

Pada waktu kecilnya, Umamah seringkali dibopong oleh Kanjeng Nabi waktu sholat, ketika Nabi sujud maka ia didudukkan di samping Nabi.

Pernikahan ini diselenggarakan oleh Al-Zubair bin Al-Awwam atas wasiat dari Zainab binti Rosululloh. Dari pernikahan ini, keduanya dikaruniai putra bernama Muhammad Al-Awsath.

Dari penjelasan di atas, bisa kita ketahui bahwa Sayyidina Ali menamakan putra-putra beliau dengan nama sahabat terkemuka, semisal Abu Bakar, Umar dan Utsman.
Hal itu menunjukkan cinta Sayyidina Ali kepada para sahabat tersebut.

komentar

Related Posts