Pemeran Sentral di Planet Bumi adalah Petani - Atorcator

Pemeran Sentral di Planet Bumi adalah Petani

Ilustrasi: sindonews

Di rumah saya dan daerah tempat kelahiran saya masyarakat tak perlu merekayasa tanaman untuk ditanam di atas ember atau wadah lainnya. Sebab mereka sudah punya lahan subur sendiri langsung ke petak sawah dan tanah yang memang dimiliki sendiri. Di luar sana banyak yang sudah sibuk mulai memikirkan ketahanan pangan di masa pandemi dengan merekayasa tananaman di beberapa tempat. Ini tentu sangat berbeda antara hidup di perkotaan dan pedesaan dalam hal bertani.

Tapi beruntung lah mereka yang masih peduli dengan siklus tanaman, walau pun tentu berbeda dengan tanaman langsung ke tanah. Mulai dari pemupukan dan serangan hama. Bahkan sampai hasil penenya.

Di desa sedari awal sudah terlatih untuk menjaga ketahanan pangan di masa krisis, sedangkan di luar sana masih mulai memikirkan proteksi diri dengan ketahanan pangan di tengah krisis. Ini semacam curi start yang lebih dulu dimulai oleh masyarakat desa untuk kemajuan peradaban pertanian bukan hanya sekadar untuk ketahanan pangan tapi warisan leluhur yang harus dipertahankan. Karena bangsa kita ini bangsa yang masih makan hasil produk pertanian walau tiap harinya juga sering makan berita hoax.

Bagi masyarakat desa itu lebih baik menyimpan banyak stok hasil panen daripada dijual menyimpan banyak uang. Lebih berkah dan lebih bisa menopang hidup di sepanjang tahun. Klo dipikir-pikir memang betul. Inilah kenapa sebagian orang, menggambarkan sosok petani yang bernasib cemerlang

Kalau hasil panen mereka dijual hanya untuk bisa terlihat kaya modifikasi rumah dan aksesoris yang berlebihan di depan orang dengan uang banyak suatu saat bisa hilang tanpa bekas karena kemauan di atas kebutuhan yang tak bisa dikendalikan dan datang kapan. Bukan berarti mereka tak bisa memperkaya diri dengan hasil taninya tapi mereka lebih memilih hidup sederhana apa adanya dibanding hidup hedonis.

Bukankah uang bisa mengatur segalanya? Blom lagi permainan tengkulak yang biasanya mempermainkan harga dan cukup merugikan petani. Ini sebenarnya tugas ekonom yang harus diperhatikan dan bisa memangkas kerja-kerja bisnis yang cenderung memeras produk aslinya.

Di tengah kemenangan masyarakat desa dengan kesiapan ketahanan pangannya ini justru menjadi perjuangan yang tak pernah selesai, satu contoh misalkan seperti yang diperjuangkan kader PMII Pamekasan kemarin yang protes atas penggalian tambang ilegal yang bisa merusak lingkungan termasuk tanah para petani. Bukan hanya berdampak pada lingkungan tapi juga hasil dari petani itu sendiri yang memang masih menjadi profesi dominan di bumi Pertiwi ini dan regenerasi.

Ini juga permainan para investor yang tanpa merasa dosa sudah merusak dan merampas hak hidup masyarakat petani. Padahal petani adalah pemeran sentral di planet bumi ini, tapi terus terang sering kalah digerus tambang dan diintimidasi aparat. Weleh-weleh…..

Sumenep, 27 Juni 2020

komentar

Related Posts