Sebelum Bicara "Carok" Pahami Dulu Istilah "Carok" - Atorcator

Sebelum Bicara “Carok” Pahami Dulu Istilah “Carok”

Ilustrasi: bombastis

Saya tegaskan walaupun ini sudah berkali-kali diterangkan dengan jelas dan gamblang oleh budayawan Madura. Saya tidak terima ketika ada salah satu anggota group WhatsApp mengomentari pemukulan oknum polisi kepada kader PMII Pamekasan dianggap carok. Dan ini bukan hanya dalam kejadian tertentu.

Misal, ada sebagian teman juga ketika orang Madura dilecehkan atau hanya sekadar bercanda dari beberapa kejadian yang menggelikan, terus dari ujung sana langsung teriak ” langsung carok”. Apa maksudnya. Ini semakin menegaskan bahwa orang Madura keras dan suka dengan cara-cara kekerasan. Padahal tidak demikian. Klo tidak paham konteks istilah carok mestinya nggak usah memframing bahwa setiap kejadian yang berdarah-darah di Madura disebut carok. Tidak seperti itu.

Ini biasanya juga kerjaan media yang memang wartawannya dari luar Madura dan tidak paham konteks kebudayaan orang Madura. Seperti yang terjadi belakangan, pemukulan oknum polisi kepada kader PMII Pamekasan itu bukan carok. Sebelum media mengeluarkan pemberitaan dengan istilah carok, saya berharap pahami dulu istilah carok. Sebab saya sebagai orang Madura tentu sangat tidak terima jika semua kejadian yang menyangkut perkelahian pertengkaran disebut carok.

Belum lagi stereotip keras yang memang nggak habis-habis sering dilempar ke orang madura. Ini tidak fair. Dan cenderung mendiskreditkan budaya tertentu. Bahkan klo boleh dikata hampir sudah tidak ada carok di Madura itu. Jangan apa-apa langsung dianggap carok.

Begini, klo anda omong-omongan dengan orang madura Tempo dulu yang masih hidup dan tau asal usul carok dan juga hidup di masa itu. Anda akan tau apa istilah carok yang sebenarnya. Jadi carok itu duel head to head, satu melawan satu, individual bukan keroyokan. Tujuannya untuk menyelesaikan masalah. Tidak sampai menghilangkan nyawa. Bukan duel maut. Waktu dan tempatnya ditentukan. Jadi memang siap dengan segala peralatan yang dimiliki.

Hal-hal seperti ini juga perlu dipahami oleh orang Madura sendiri. Jangan sampe setiap permasalahan harus ditanggapi dengan carok. Orang Madura tidak kekurangan cara untuk menanggapi permasalahan bukan satu-satunya carok. Tidak. Orang Madura tidak kekurangan stok humor. Gus Dur berkali-kali menceritakan kejenakaan orang Madura. Bahkan tidak sedikit juga orang pintar dan cerdas dalam mencari solusi permasalahan di Madura.

Dan yang paling penting orang luar Madura nggak usah memprovokasi kejadian dengan bilang carok. Tolong dan tolong. Itu sangat menyakiti hati kami sebagai orang Madura negeri/asli. Dan ini bisa ditanyakan langsung ke ahlinya budayawan Madura ada kiai D Zawawi Imron, kiai A Dardiri Zubairi , kiai @m_faizi, dan budayawan yang lain.

Sampai di sini bisa dipahami ya….

Terima kasih

komentar

Related Posts