Bolehkah Memberi Ucapan Selamat (tahniah) Pada Non Muslim? - Atorcator

Bolehkah Memberi Ucapan Selamat (tahniah) Pada Non Muslim?

Ilustrasi: kompas

Menurut Imam al-Bajuri, disunnahkan mengucapkan selamat (tahniah) hari raya dan sejenisnya seperti tahun (baru) dan bulan (baru) berdasarkan pendapat yang mu’tamad sambil salaman jika sesama jenis.

Oleh karenanya, orang laki-laki tidak boleh bersalaman dengan wanita lain dan sebaliknya. Lelaki muda (amrad) yang ganteng sama hukumnya dengan wanita.

Ketika mendapat tahniah maka sunnah dijawab dengan:

تقبل الله منكم، أحياكم الله لأمثاله كل عام و أنتم بخير.

(Semoga Allah menerima (ibadah) anda. Semoga Allah memberi anda kehidupan yang sepadan sepanjang tahun dalam keadaan baik.)

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ibrahim bin Abi Ablah, beliau bercerita: kami pernah bertamu pada Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz saat hari raya. Masyarakat berbondong-bondong uluk salam dan berkata:

تقبل الله منا و منك يا أمير المؤمنين

Beliau menjawab mereka serta tidak mengingkarinya.

Imam Suyuthi menyatakan bahwa riwayat tersebut merupakan dasar yang bagus bagi tahniah lebaran, tahun dan bulan yang baru. Beliau mempunyai kitab khusus yang membahas tentang tahniah berjudul: Wushulul Amani bi Ushulit Tihani.

Bolehkah memberi ucapan selamat (tahniah) pada non muslim?

Dalam salah satu fatwanya, Syaikh Dr. Ali Jum’ah menjelaskan bahwa memberi ucapan selamat pada non muslim termasuk perbuatan baik. Allah memerintahkan kita mengucapkan hal-hal baik pada setiap manusia tanpa ada perbedaan dalam surat al-Baqarah; 83:

و قولوا للناس حسنا.

Allah juga menyuruh kita selalu berbuat baik dalam firman-Nya:

إن الله يأمر بالعدل والإحسان
(النحل: ٩٠)

Sebagaimana Allah tidak melarang kita berbuat baik pada non muslim, bersilaturahim, memberi hadiah, menerima hadiah, dan lainnya yang berupa kebaikan pada mereka. Allah berfirman:

لا ينهىكم الله عن الذين لم يقاتلوكم فى الدين و لم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم و تقسطوا إليهم. إن الله يحب المقسطين. (الممتحنة: ٨)

Alhasil, berdasarkan ayat suci, hadits Rasulullah serta pendapat para ulama, menurut Syaikh Ali Jum’ah, melayat, ta’ziyah, memberi hadiah, menerima hadiah, bertamu, menjenguk non muslim sakit, dan semacamnya merupakan perbuatan baik serta salah satu bentuk dakwah pada agama Islam dengan akhlak yang mulia dan tingkah laku yang terpuji.

Wallahu a’lam.

komentar

Related Posts