Dua Macam Angin: Angin Nikmat dan Angin Adzad - Atorcator

Dua Macam Angin: Angin Nikmat dan Angin Adzad

Ilustrasi: Pixabay

“Angin terbagi dua macam:,” kata Syaikh Abul Faraj al-Jauzi, “Angin nikmat dan adzab. Masing-masing punya empat pembagian. Nama empat angin nikmat adalah al-mubassyirat, an-nasyr, al-mursalaat, dan ar-rakhaa’. Sedang nama empat angin adzab adalah al-‘ashif, al-qaashif, al-‘aqiim, dan sharshar.” (Nihayatul Arab Syaikh Syihabuddin an-Nuwairy, bab unsur-unsur hawa)

Kisah sahabat Abi Hurairan RA: “Di jalanan Makkah, ketika Umar bin Khatthab menunaikan haji, rombongan kami terkena angin kencang. Lalu, Umar bertanya pada orang yang berada dikanan-kirinya: ‘Adakah di antara kalian yang mendapatkan hadis tentang angin?’. Tiada yang menjawab.

Pertanyaan Umar sampai padaku. Dari barisan paling belakang, aku menggebrak tungganganku, hingga menyusul Umar.

Kutanyakan padanya, ‘Hei, Amirul Mukminin. Ada yang berkata kalau anda bertanya masalah angin. Sungguh! aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alayhi wasallama bersabda: ‘Angin itu, dari rahmat Allah pada hamba-hambanya.

Kadang datang bersama rahmat. Kadang juga bersama adzab. Maka, jangan mencacinya! Mintalah pada Allah, kebaikannya, dan berlindunglah pada Allah, dari kejelekannya.’” (Tafsir Imam Syafi’i & Nihayatul Arab).

Pagi ini. Angin begitu sejuk. Semilir. Membuat mata terkantuk-kantuk. Lalu, Zzzz … zzz … zzz … 😀 😀 😀

Riuh angin menyusup kalbu. Membelai lembut dalam jiwa. Memompa denyut surgawi. Akankah raga dapat bercumbu? Dalam renyuh kenikmatan Nya (Annisa rosalia).

Gusti Allah Ta’ala berfirman:

وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ ﴿١٥: ٢٢﴾

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (Al-Hijr: 22)”

Ketika angin menerpa. Kanjeng Nabi shallallahu alayhi wasallama berdoa: “Ya, Allah. Jadikan angin ini adalah riyaahan; angin rahmat, bukan riihan; adzab.”. (Tafsir Qurthubi)

Sahabat Abu Hurairah RA. berkata: “Pernah kumendengar Baginda Nabi shallallahu ‘alayhi wasallama bersabda: Angin janub (Yang bertiup dari arah selatan ke utara. Seperti sekarang ini yang semilir luar biasa) asalnya dari syurga. Ia adalah angin untuk mengawinkan tumbuh-tumbuhan yang Allah sebut dalam kitabNya. Dan di dalamnya ada kemanfaatan-kemanfaatan untuk umat manusia” (ad-Durrul-Mantsur Imam Suyuthi)

komentar

Related Posts