Gambus, YouTube dan Seni Bergitar Bapak yang Cukup Membanggakan - Atorcator

Gambus, YouTube dan Seni Bergitar Bapak yang Cukup Membanggakan

Ilustrasi: kerajinan indonesia

Belakangan ini bapak saya seringkali nonton gambus modern di YouTube sambil bawa gitar, kadang balasyik gambus, habib Syaikh, dan gambus lain. Biasanya beliau nonton waktu malam hingga jam 1 dini hari sembari mengikuti bunyi lagu gambus dengan mempraktikkan gitar ia sudah siapkan. Dan ditemani se-mok kopi dan rokok kesukaan.

Seminggu lalu, semenjak WiFi masuk ke rumah karena sebuah kebutuhan anak-anaknya, bapak belajar fitur Google kepada saya yaitu YouTube. Bapak yang sudah mendekati umur 70 an tak pernah merasa malu belajar kepada anaknya hanya menikmati tontonan gambus islami di YouTube. Karena bapak tidak buta huruf jadi mudah sekali mengajari beliau. Hanya butuh waktu 2 3 menit langsung paham.

Saya pun jadi sadar, anak milenial punya tantangan berat buat masuk surga. Ke depan saya harus lebih ekstra ngajarinnya, takutnya ia ngetik tontonan yang justru menyimpang dari pemahaman sebenarnya. Misal mengedukasi berita hoaks dan pemahaman ekstrimis dan fundamentalis. Waduh.😁

bapak saya sedang main gitar sambil menikmati lagu gambus

Klo bapak sudah ada di depan laptop sambil menonton YouTube yang ia ketik sendiri judul lagu gambus yang ia sukai. Saya langsung menghindar, tak mau ganggu keasyikan beliau. Saya tak mau mengganggu kesenangan beliau yang seharian biasanya ada di tengah sawah demi menjaga agar nasi dan lauk terhidang di meja. Dan saya berinisiatif buka laptop satunya untuk mengerjakan tugas-tugas.

Jelas, Bapak saya merupakan sumber kebanggaan tersendiri bagi anak-anaknya. Kadang berbakti kepada orang tua itu gampang, cukup membiarkan mereka menikmati kesukaannya walau itu punya anaknya.

Bapak saya memang memiliki kemampuan seni bergitar yang cukup apik. Kendalanya hanya saja beliau tak punya gitar sendiri untuk mempertajam bakatnya itu. Gitar yang beliau pegang itu punya cucunya yang masih kecil kelas satu MI. Entah bakat itu akan menular ke siapa, ke cucu apa ke cicitnya kelak. Klo saya jelas tak punya bakat. Hehe

Konon, pernah jadi gitaris dan pemain biola di kumpulan rutin gambus desa yang anggotanya hampir meluber sekecamatan. Pernah berhenti karena kendala kendaraan yang tak bisa naik motor sendiri.

Oleh Kiai Jufri salah satu penggemar gambus juga di desa, bapak saya dipaksa untuk ikut lagi, sampe-sampe beliau dauh mau dijemput jika hanya kendala soal kendaraan. Bagaimanapun ternyata masih diharapkan peran dalam dunia gambus. Tapi sayang ia memilih tak melanjutkan karena alasan yang cukup krusial.

komentar

Related Posts