Guyonan Fiqih Mbah Wahab pada Tokoh Muhammadiyah - Atorcator

Guyonan Fiqih Mbah Wahab pada Tokoh Muhammadiyah


Ketika NU masih bergabung dengan Masyumi terjadi perdebatan hangat di antara para elitnya, tak terkecuali Mbah Wahab dan tokoh NU lain yang menjadi pengurus teras partai Masyumi.

Perdebatan disebabkan oleh pro-kontra antara yang bersedia mendukung Kabinet Hatta yang salah satu programnya ingin melaksanakan perjanjian Renville dan yang tidak mendukung. Di tengah hangatnya perdebatan, Mbah Wahab tampil dengan pendiriannya yang tegas: Setuju duduk dalam Kabinet Hatta. Beliau berdalih bahwa Perjanjian Renville ditentang karena termasuk perkara munkar yang merendahkan martabat bangsa dan kita berkewajiban melenyapkan tiap kemunkaran secara maksimal. Dan kewajiban tersebut dapat ditunaikan jika kita duduk dalam Kabinet Hatta. Kalau berada di luar cabinet, kita tidak bisa apa-apa, paling banter cuma gembar-gembor.

Pendirian Mbah Wahab serentak mendapat dukungan mayoritas. Salah seorang peserta mengusulkan:

“Kalau begitu, siapa saja yang duduk nanti dalam Kabinet Hatta harus berniat hendak melenyapkan pelaksanaan Persetujuan Renville.” Semua yang hadir setuju.

K.H. Raden Hajid dari Pimpinan Muhammadiyah kemudian bertanya:

“Apa niat bagi calon menteri yang akan duduk di kabinet ?”

Mbah Wahab menjawab, “Niatnya adalah izalatul mukarat (melenyapkan yang munkar)”

Tokoh Muhammadiyah kembali usul, “Kalau begitu, niatnya harus diucapkan”

Mbah Wahab spontan menjawab “Mana dalil al-Qur’an atau Hadits mengenai talaffudz bin niyyat (mengucapkan niat) ?”

Serentak hadirin tertawa riuh karena dua tokoh ini mewakili dua aliran dalam Islam tentang harus atau tidaknya mengucapkan lafadz niat (dengan mengucapkan ushalli) saat shalat.

Sebagaimana diketahui, warga NU senantiasa melafadzkan niat saat shalat, sedangkan pengikut Muhammadiyah tidak. Tetapi dalam masalah ‘Renville’ ini jadi lucu kedengarannya karena golongan yang tidak membenarkan talaffudz dalam niat shalat justru menghendaki talaffudz niat bagi para calon menteri yang akan duduk dalam Kabinet Hatta.
Wallahu a’lam bis shawab.

komentar

Related Posts