Juara (5) Lomba Esai Populer: Dampak Covid-19, Apakah New Normal Mampu Mendongkrak Ekonomi Masyarakat? - Atorcator

Juara (5) Lomba Esai Populer: Dampak Covid-19, Apakah New Normal Mampu Mendongkrak Ekonomi Masyarakat?

Ilustrasi: ayo jakarta

Apasih coronavirus? Siapa yang tidak mengenal jenis virus ini sekarang? Coronavirus  adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga Middle East Respiratory Syndrom (MERS) dan Severe Acute Respiratory (SARS). Corona Virus Disease jenis baru yang ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019 atau yang lebih dikenal dengan COVID-19 merupakan jenis coronavirus yang masih belum ditemukan vaksin atau obatnya sehingga hanya imun tubuh manusia sendiri yang dapat melawan virus ini. COVID-19 merupakan virus yang dapat menyebar secara cepat melalui percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terinfeksi COVID-19 batuk, bersin atau berbicara. Virus ini sebenarnya tidak begitu berbahaya, 80% orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perawatan khusus (WHO, 2020).

Virus ini akan berbahaya bila menginfeksi orang yang memiliki penyakit bawaan lain sehingga imunitas orang tersebut drop dan dapat meningkatkan risiko kematian. Hal ini membuat pemerintah dilemma dalam mengambil keputusan mengenai kebijakan mengantisipasi penyebaran COVID-19. Virus ini menyebar dengan cepat tetapi membatasi pergerakan masyarakat dengan me-lockdown suatu daerah akan menghentikan semua pergerakan sektoral sehingga mengakibatkan banyak dampak yang dihasilkan mulai dari pendidikan, pemerintahan, ekonomi dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu dan semakin fluktuatif kondisi di masyarakat sekarang setelah masa PSBB kemudian menuju era new normal, kebijakan new normal harus segera diberlakukan oleh pemerintah sampai ditemukan vaksin COVID-19. Era new normal harus dilakukan segera untuk mengembalikan roda ekonomi masyarakat tanpa mengesampingkan protokol kesehatan yang ada untuk mengantisipasi penularan COVID-19. PSBB sangat memukul perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Gresik yang terkenal dengan pusat kawasan industri di Jawa Timur.

Sedikitnya 967 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari 16 perusahaan akibat pandemi, jumlah ini belum termasuk 263 pekerja dari tujuh perusahaan yang sudah dirumahkan dan masih banyak pekerja tidak tetap yang kontraknya tidak diperpanjang oleh perusahaannya. PHK ini sebenarnya hal yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan untuk menyeimbangkan cash flow perusahaan tersebut agar . Akibat kebijakan pembatasan yang dilakukan pemerintah kegiatan ekspor impor berhenti sehingga proses produksi berkurang.

Saya contohkan salah satu perusahaan di dekat rumah saya, yaitu PT Indospring Tbk. Perusahaan ini produk utamanya berupa spring yang sebagian besar produknya di ekspor ke Eropa dan sebagian kecil digunakan untuk kendaran dalam negeri. Disamping pasar yang semakin kecil, bahan bakunya yang sebagian impor dari luar negeri tidak bisa masuk ke Indonesia akibat kebijakan yang diberlakukan pemerintah. Hal ini mengharuskan perusahaan tersebut tidak memperpanjang kontrak hampir 700 pekerja tidak tetap yang mereka miliki. Itu contoh untuk perusahaan spare part kendaraan yang proses produksinya bisa berhenti sewaktu-waktu.

Beda lagi dengan perusahaan makanan, pupuk, semen, minyak dan gas atau perusahaan lain yang proses industrinya terdapat proses pemanasan pada suhu sangat tinggi atau high temperature. Misalnya perusahaan semen, dalam industri semen terdapat suatu proses kalsinasi pada suatu alat bernama Kiln yang memiliki suhu kondisi proses sebesar 1000 – 1500 oC. Dengan suhu yang besar ini apabila diberhentikan sewaktu-waktu akan membutuhkan media pembakar yang sangat banyak untuk mencapai suhu tersebut ketika akan memulai proses lagi sehingga membutuhkan biaya yang besar dalam penerapannya.

Perusahaan-perusahaan seperti ini tidak bisa diberhentikan oleh kebijakan pemerintah, meskipun peraturan yang ditetapkan pemerintah saat PSBB mengecualikan perusahaan seperti ini tetap boleh beroperasi namun dalam kenyataan di lapangan, pembatasan jumlah karyawan masuk ke perusahaan membuat proses pengontrolan pada tiap unit proses yang ada kurang optimum. Keputusan new normal ini diharapkan perputaran ekonomi pada masyarakat dalam hal transaksi jual-beli atau semacamnya dapat berlangsung kembali, perusahaan juga dapat menjalankan produksinya lagi sehingga karyawan yang telah dipecat dapat bekerja kembali. Semua kegiatan tersebut dilakukan tanpa mengesampingkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah mulai dari memakai masker, jaka jarak atau physycal distancing dan keluar rumah seperlunya saja.

Juara 5. Sudibyo Enggar Laksono (Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia, Universitas Brawijaya 2017)

komentar

Related Posts