Ketika Ulama Menulis Kitab Alfiyah

Ilustrasi: laduni

Ketika Syaikh Ibnu Mu’thi menulis nazham Alfiyah (dalam fan Nahwu), di kemudian hari muridnya, Syaikh Ibnu Malik mengikuti jejaknya dan pada bagian pengantarnya, beliau menulis:

فائقة ألفية ابن معط

(Alfiyah saya ini lebih unggul dari Alfiyah Syaikh Ibnu Mu’thi).

Setelah itu, Imam Suyuthi juga menulis Alfiyah dan berkata:

فائقة ألفية ابن مالك

(Alfiyah saya ini lebih unggul dari Alfiyah Syaikh Ibnu Malik)

Syaikh al-Ajhuri al-Maliki kemudian menulis Alfiyah juga dan bernazham:

فائقة ألفية السيوطي

(Alfiyah saya ini lebih unggul dari Alfiyah Syaikh as-Suyuthi).

Imam as-Suyuthi tidak hanya menulis Alfiyah dalam fan Nahwu, tetapi juga dalam Ulumul Hadits.
Dalam pengantarnya, beliau menyatakan:

فائقة ألفية العراقي

(Alfiyah saya ini lebih unggul dari Alfiyah Syaikh Zainuddin al-Iraqi).

Karya as-Suyuthi tersebut kemudian di-syarah oleh salah satu ulama Nusantara yang menetap di Mekah, yaitu Syaikh Muhammad Mahfudz bin Abdullah at-Turmusi, dengan nama: Manhaj Dzawi an-Nazhar fi Syarh Manzhumah Ilm al-Atsar.

Syarah ini ditulis mulai awal Dzulhijjah 1328 H. dan selesai pada waktu Ashar hari Jum’at, 14 Rabiul Akhir 1329 H. di Mekah.

Di Sumenep (Madura), Syaikh Thaifur Ali Wafa juga menulis Alfiyah dalam fan sirah, syamail dan khashaish Rasulullah dengan jumlah seribu dua ratus empat puluh tujuh (1427) bait.

Pada bagian akhir, beliau menulis:

قد تم ما نظمتها كالدرر # فيما لسيدي من أحلى السير
تتبعها شمائل كريمة # ثم خصائص له فخيمة

Alfiyah Ibnu Ali Wafa tersebut selesai pada hari Senin, 26 Rabiul Awal 1422 H. di Pondok Pesantren as-Sadad, Ambunten.
Wallahu a’lam.

Related Posts