Kitab Kuning itu Ilmu yang Diturunkan Kanjeng Nabi Muhammad - Atorcator

Kitab Kuning itu Ilmu yang Diturunkan Kanjeng Nabi Muhammad

Ilustrasi: suarr.id

Karena kertasnya berwarna kuning (Entah siapa yang dulu memulai), maka kitab yang diajarkan dipesantren dijuluki KITAB KUNING.

Kitab hadist semacam Bukhari-Muslim, Sunan Abi Dawud, Ibnu Majah, Turmudzi, Nasaa-i dll. Yang dibaca bandongan dipesantren dijuluki KITAB KUNING.

Tafsir Ibnu Katsir, Fahrurrazi, Thabari, Baghawi, Jalalain, Shawi, Qurthubi, Munir, dll. dijuluki KITAB KUNING.

Sarah hadis Fathul Baari, Sarah muslim, Aunul ma’bud, Umdatul qaari dll. dijuluki KITAB KUNING.

Segala macam ilmu fiqh madzhab empat juga KITAB KUNING.

Tashawwuf dan kitab tutur-tutur semacam Ihya’, Nashaaihul ibad-Diniyyah, Minahussaniyyah, Durrotun-Naasihin, Da’watuttaammah, Ushfuriyyah, Daqaaiqul Akhbar dll. KITAB KUNING.

Bahkan mustalah hadist semacam Baiquniyyah, atau ilmu tafsir, ushul fiqh, manthiq, arudh, falak, ilmu thibb (Kedokteran), awfaq (Perdukunan), nahwu-sharaf, buldan (Geografi semacam mukaddimah ibnu khaldun), thabaqaat (Biografi) dll. Juga dijuluki KITAB KUNING.

Lha. Adapun perkembangan kitab menjadi putih, abu-abu, atau lainnya. Para santri tetep menjulukinya KITAB KUNING. Ndak aneh ataupun lucu kalau kita mengetahui konsep aghlabiyyah seperti kenapa kok segala macam pompa air dinamakan sanyo? Atau sepeda motor dinamakan Honda.

Ini penting saya utarakan. Sebab ada segelintir manusia yang memojokkan KITAB KUNING sebagai kitab ngibul. Banyak riwayat dan hadis tidak jelas di dalamnya.

Jadi gini. Mayoritas ulama dan penggedenya semacam Imam Nawawi (Pengarang Shahih Muslim), Imam Iraqi, Ibnu Hajar al-Asqalani (Pengarang Fathul Baari), Syaikh Zakaria al-Anshari, Al-Hafidz (Yang hafal 100.000 hadist) Suyuthi, Imam al-Kunawi, Imam Ibnu Hajar al-Makkiy, Sayyid Alawi al-Maaliki, dll. Mengatakan: “Hadis dhaif bisa diterima untuk diamalkan di fadhailul a’mal/keutamaan amal selama tidak sangat parah dan berada dinaungan pengertian hadis yang mutlak bisa diamalkan/shahih-hasan.” (Al-Manhalullathif).

Untuk kitab-kitab berbasis hukum jelas menggunakan riwayat yang bisa dipertanggungjawabkan. Sedang kitab-kitab yang berbasis tutur-tutur, tidak seketat itu. Lha, wong yang namanya mauidzah, yang penting kena dihati, kan, selesai.

So, kitab kuning itu ya ilmu yang diturunkan Baginda Nabi shallallahu alayhi wasallam pada kita. Andai tidak ada kitab-kitab itu, kita akan tilang-tilung mempelajari islam. Dan hei, bukankah tahu hadist itu shahih, hasan, dhaif, mursal, maqthu’, muadhal, aziz, nazil, marfu’, musnad, muttashil, musalsal, mashur, muan’an, mubham, mauquf, tadlis, maqlub, maudhu’, munkar juga gegara para pengarang kitab yang mengabadikan dalam kitab kuning?!

Ah, sudahlah. Monggo trawih riyen. 😀😀😀🙏🙏🙏

komentar

Related Posts