Setiap Nafas yang Keluar Ada Pertanggung Jawabnyanya

Ilustrasi: laduni

Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda pada Abi Hurairah ra dalam sebuah wasiat-Nya:

ما من يوم جديد إلا ويخاطب الله تعالى المؤمن فيقول: خلقتك ولم تك شياء ثم فرضت فرائضي فأين الإخلاص في أدائها، وضمنت لك الرزق فأين اليقين وأنعمت عليك فأين الشكر لنعمتي وابتليتك بالمصائب فأين الصبر وعافيتك لتعبدني فأين عبادتي وبارزتني بالفواحش ولم تستخف مني تدل الناس علي وأنت نفر مني وتأمروهم بطاعتي وأنت تنسى نفسك من مساخطي فما أنتم عبيد خدام ولا أبرار وأحرار “أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا” [المؤمن: ١١٥] الأية.

Tidaklah disetiap hari baru (pergantian hari) kecuali Allah ﷻ berbicara pada orang mukmin, Dia (Allah ﷻ) berfirman: “Aku telah menciptakanmu, dan kau tidak pernah berbuat apa-apa kemudian Aku memafardhu (mewajib)kan beberapa kefardhuan (kewajiban), kemana ikhlas (ketulusan)mu dalam melaksanakannya?. Aku telah menanggung rezekimu, di mana keyakinanmu? Aku telah memberimu nikmat, di mana rasa syukurmu pada nikmatku? Aku menimpakanmu dengan beberapa musibah, kemana sabarmu. Aku memberimu sehat agar kau bisa beribadah kepada-Ku, kemana ibadahmu kepad-Ku. Aku telah memunculkan beberapa perbuatan keji (darimu) dan kau tidak merasa takut pada-Ku. Kau menunjukan pada semua orang pada-Ku dan kau (sendiri) malah lari dari-Ku. Kau memerintahkan pada mereka agar takut pada-Ku dan dirimu lupa akan kemurkaan-Ku. Bukankah kau hanyalah seorang sahaya dan pelayan bukan seorang majikan dan orang merdeka. “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja)”. [QS. Al-Mu’minun: 115].

قيل، ساعات الليل والنهار أربع وعشرون، فالانسان يتنفس في كل ساعة مائة وثمانين نفسا، ففي الليل والنهار يتنفس اربعة آلاف وثلثمائة وعشرين نفسا، وفي كل نفس يسأل بسؤالين، وقت الخروج ووقت الدخول يعني، أي شيء عملت في خروج النفس ودخوله.

Dikatakan: Bahwa siang dan malam ada 24 jam. Manusia bernafas di setiap jamnya 180 (seratus delapan puluh kali) bernafas. maka pada sehari semalam manusia bernafa sebanyak 4320 (Empat ribu tiga ratus duapuluh) kali bernafas. Di setiap nafas yang kita keluarkan di hari kiamat kelak akan di tanya dengan dua pertanyaan, yaitu pertanyaan ketika mengeluarkan dan menghirup nafas, apa yang kita kerjakan? (dalam tiap tarikan dan hembusan nafas sedang di gunakan untuk ibadah atau maksiat?).

Referensi:

📖 Ibnu Malik al-Karamaniy| Raudhatu al-Muttaqin fi Mashnu’ati Rabba al-Alamin| Daru al-Kutub al-Ilmiyah 340

Related Posts