Syeikh Albuty, Berdakwah dengan Mendobrak Selera Media - Atorcator

Syeikh Albuty, Berdakwah dengan Mendobrak Selera Media

Walau di akar rumput ulama asyairah mendominasi. Tapi di media arab sebelum yang tahun 2000 an, gak sama kayak sekarang, menyatakan diri sebagai asyairah itu membutuhkan sebuah keberanian, karena pemilik-pemilik media hanya mempromosikan khitab dakwah sunny melalui pemahaman wahabiyah atau yang mau berbasa-basi dengan mereka seperti harakiyin.

Adapun chanel sekuler tentu saja mempromosikan islam liberal, adapun huwiyah asyairah yang sebenarnya bisa dikatakan sawad adham? Akan selalu diidentikan dengan ketinggalan zaman, karena mereka adalah para tradisionalis sedangkan tv menyukai yang modern, berpikiran maju, atau kalau mau islam maka harus berpegang pada “quran dan sunnah”, bukan berpegang pada ilmu kalam yang tercampur dengan penyembah berhala yunani.

Seolah ada hukum tak tertulis, anda terserah di luar tv aqidahmu apa, bahkan jika pengaruh anda di luar sana bisa mempengaruhi kebijakan negara sekalipun, tapi dalam tv anda harus ikut selera kami, jika tidak anda gak akan bisa berdakwah dari tv, minimal berbasa-basilah dengan pemikiran yang sama dengan selera kami.

Ya faktanya media seluruh dunia ya seperti itu, tergantung selera aja, toh tujuannya untuk keuntungan melalui baju dakwah.Tapi nama besar Syeikh Albuty itu termasuk pengecualian, beliau woles aja dalam memberi tahu identitas beliau sebagai asyairah, beliau bahkan tidak peduli jika buku beliau tidak tersebar, atau tidak masuk tv lagi, pembahasan aqidah dengan menekankan sisi kalam asyairah sangat berisiko.

Dan terbukti ada beberapa penerbit yang sebelumnya bekerjasama dengan beliau, meminta beliau agar mengubah beberapa pemikiran dalam buku yang akan diterbitkan agar mudah disebarkan di beberapa negara yang menjadi pasar utama penerbit ini. Syeikh Albuty menolak itu, beliau tidak mau berbasa-basi ilmiah, beliau memilih meninggalkan penerbit itu dibanding harus berbasa-basi ilmiah hanya demi bukunya bisa tersebar luas, pada akhirnya buku beliau tetap tersebar luas, bahkan jadi rujukan di mana-mana, karena memang jarang sekali ada yang bisa menulis di level tinggi seperti beliau.

Di TV pun beliau cuek aja mengatakan dan menampakan identitas mutakalim asy’ary, sesuatu yang aneh di zamannya, terutama sebagai dai kondang yang muncul di media, mungkin ada beberapa faktor pendukung, selain karena beliau udah terkenal duluan sebelum era dakwah di tv, beliau juga punya pengaruh kuat di akar rumput, fakta bahwa beliau anak ulama besar juga mendukung, jadi kepercayaan pada apa yang akan beliau sampaikan mengalahkan framing media bahwa “ilmu kalam itu zindiq, atau sufi itu sesat dan ketinggalan zaman”.

Tuhan menghadiahkan dunia islam melalui syeikh albuty untuk melakasanakan fardhu kifayah di media. Beliau bisa dikatakan sukses menyampaikan Islam di media, islam yang dipahami oleh mayoritas umat islam dari zaman ke zaman. Hasilnya mungkin gak langsung, tapi sekarang itu terasa.

Sebenarnya ini bisa dipelajari, jika perlu dijadikan thesis, tentang faktor dan sebab syeikh albuty yang mampu menyampaikan ide beliau yang gak populer di media padahal ide itu bertentangan dengan selera dan politik media, seperti jihad, tasawuf, ilmu kalam, partai politik, bermazhab, taklid, hudud, dll. Apa rahasia beliau?

komentar

Related Posts