Bahasa Khas Dalam Ilmu Kalam

Ilustrasi: nu online

“Di dunia ini pasti ada satu wajibul wujud. Kalau tidak, maka semua wujud akan berada dalam kondisi mumkinul wujud yang berarti semua takkan wujud sebab tak mungkin ada tarjih tanpa murajjih.”

Paragraf pendek di atas adalah bahasa khas ilmu kalam yang kalau dipikir mirip seperti rumus fisika. Pendek tapi maksudnya sangat panjang dan masing-masing bagiannya juga punya rumus tersendiri yang musti dipahami terlebih dahulu sebelum membaca rumus globalnya.

Bagi yang paham, paragraf pendek tersebut adalah pembuktian tentang kebenaran dalil syariat tentang: (1) Wujud Allah, (2) Keesaan Allah, (3) Sifat Qidam Allah (4) Sifat Huduts alam semesta. Empat bab ini adalah entri penting untuk menghadapi logika saintisme para ateis yang tentu saja tidak mempercayai kutipan al-Qur’an dan hadis.

Bagi yang tidak paham, paragraf pendek tersebut akan dianggap bid’ah, tak ada dalilnya, filsafat Yunani yang tak penting, atau kalimat sesat dan menyesatkan dari para ahli kalam. Padahal dalilnya seabrek.

Saya berharap para follower saya semuanya menjadi kelompok yang paham, bukan kelompok yang tidak paham. Bagi yang belum, semoga berproses menjadi paham, bukan malah bangga dengan ketidak-pahaman sehingga mengkritik sesuatu yang sebenarnya tidak dipahami.

Related Posts