Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki: Cara Menyikapi Zaman Fitnah

Ilustrasi: sarkub

Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, ahli hadits zaman ini dalam bukunya ” Syaraf al-Ummah al-Muhammadiyah”, menyebut hadits Nabi tentang bagaimana sikap kita pada “Zaman Fitnah”, zaman penuh ujian/cobaan. Disebutkan :

قال صلى الله عليه وسلم : ائتمروا بالمعروف وانتهوا عن المنكر. حتى إذا رأيت شُحًّا مُطَاعاً وهَوًى مُتَّبَعاً ودُنْيا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِى رَأْيٍ بِرأْيِهِ فَعَلَيكَ بِنَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَ فَاِنَّ مِنْ وراءكم أَيَّامَ الصبر. الصبرُ فيهنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ على الجمر. للعامل فيه مثل أجر خمسين رجلا يعملون مثل عمله”. رواه ابن ماجه والترمذى وابو داود .

“Nabi saw, bersabda : “ikuti yang baik, hentikan yang buruk/munkar, meski jika kamu melihat ada banyak orang yang sangat pelit, atau banyak orang yang menuruti hawa nafsunya, atau banyak orang yang mengejar kesenangan duniawi atau banyak orang yang membanggakan pendapat dirinya, maka jagalah dirimu dan tinggalkan perilaku umum yang buruk itu. Kamu harus bersabar menghadapi zaman penuh cobaan/ujian ini. Bersabar pada saat-saat tersebut seperti memegang bara api. Orang yang bersabar melakukannya memeroleh pahala 50 kali pahala orang yang melakukan hal itu”.  (Syaraf al-Ummah al-Muhammadiyyah, hlm. 204).

13.08.20
HM

Related Posts