Wahabi Madzhab Cleansing - Atorcator

Wahabi Madzhab Cleansing

Ilustrasi: Dw.com

Bersih-bersih madzhab sedang berlangsung masif — setelah Ahmadiyah sekarang Syiah. Aswaja disasar kemudian. Bukankah tanda- tandanya sudah mulai beriak.

Gerakan Wahabi radikal atau takfiri memang keras tanpa kompromi— anti mazhab, anti budaya lokal kecuali Arab, ekslusif cenderung reaktif. Tak bisa hidup berbeda apalagi berdampingan bersama yang tidak se-manhaj.

Ini memang soal pikiran yang tak bisa bersanding— jadi susah dijelaskan. Semangat purifikasi bukan sebatas jargon—reaktif dan menyasar. Kecenderungan tradisi Arab yang keras, hegemonik dan mendominasi.

Pemahaman agama macam apakah yang ditawarkan —-saya bukan tak suka, hanya risau ketika ‘kebenaran’ dipaksakan. Memangkas setiap perbedaan bukan cara bijak. Sebab memahamkan agama tak butuh kening berkerut atau dada sesak karena amuk.

Siapa bisa satukan kehendak ? Satukan manhaj atau bersatunya ideologi dalam satu bendera ? Tapi ada yang ingin sekali ciptakan dunia dalam satu genggaman dan tak perlu banyak orang agar tak banyak pikiran.

Ada yang ingin dunia dihuni hanya satu ras saja yaitu ras Arab, satu bahasa, bahasa Arab, satu agama saja yaitu Islam. Islam pun harus satu manhaj yaitu Wahabi-Salafi. Selainnya tak boleh bahkan berpikir pun tidak.

Semangat ‘mazhab cleansing’ ini menandakan ketidak mampuan atau semacam sikap takut berkompetisi yang disembunyikan dalam-dalam. Yaitu semacam sikap paranoid takut kalah karena bersaing dibilang ribet dan merepotkan.

Mono manhaj adalah pengingkaran atas kemahakuasaan Tuhan yang menciptakan keragaman, suku, bahasa dan manhaj—-menjadi mengerikan jika tegakkan tauhid dipahami sebagai musnahnya semua agama kecuali Islam. Hilangnya semua mazdzab kecuali salafi-wahabi. Mazdzab-cleansing beranggapan yang selainnya adalah bathil.

Madzhab-cleansing adalah ikhtiar ingin hidup sendirian karena tak punya cara hidup berdampingan dengan yang berbeda iman — jadi ia sebenarnya melawan fitrah dan melawan Tuhan dalam satu paket atas nama iman —-wallahu ta’ala a’lm

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

komentar

Related Posts