Zaman Di Mana Riba Telah Merajalela dan Dianggap Biasa

Dalam sebuah hadis Rasulullah pernah memprediksi zaman di mana riba telah merajalela

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ «قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنْهُمْ أَحَدٌ إِلَّا آكِلُ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ»” رواه النسائي ، وأبو داود ، وابن ماجه والإمام أحمد في المسند

“Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda; akan datang satu zaman bagi manusia di mana tidak ada seseorang kecuali memakan riba. Barang siapa yang tidak makan, maka dia akan terkena debunya” (HR. Nasa’i, Abu Dawud, Ibn Majah dan Ahmad)

Mengomentari hadis tersebut imam Al-Sindi berkata dalam kitabnya Kifayah al-Hajah fi Syarh Ibn Majah

هُوَ زَمَانُنَا هَذَا فَإِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَفِيهِ مُعْجِزَةٌ بَيِّنَةٌ لَهُ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -.

“Zaman tersebut adalah zaman kita sekarang ini. Innalillah wa inna ilauhi raji’un (ungkapan untuk musibah). Hadis tersebut merupakan mu’jizat nyata Rasulullah SAW yang telah terbukti terjadi”.

Imam Al-Sindi yang wafat tahun 1138 H atau sekitar 1725-1726 M atau abad ke-17 saja telah menyatakan bahwa pada masa beliau riba telah merajalela. Lalu bagaimana dengan zaman kita sekarang? Riba bahkan telah disistemkan dan telah masuk dalam seluruh aspek transaksi ekonomi. Terlebih praktiknya sudah dianggap biasa meski pada hakikatnya dosanya yang luar biasa.

Setiap Jumat setiap khatib berdoa terhindar dari riba yang diamini oleh para jamaah

اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلَا وَالْوَبَا وَالرِّبَا وَالزِّنَا

“Ya Allah hindarkan dari kami inflasi, wabah, riba dan zina”

Namun bisa jadi setelah selesai Jumat khatib beserta jamaahnya langsung mempraktekkan riba dengan mendatangi Bank Konvensional. Oleh karena itu berhati-hati dan selalu waspada mutlak kita lakukan agar terhindar dari dosa yang sangat merusak ini.

Related Posts