Pesan Rasulullah Kepada Abu Dzar Al-Ghifari tentang Memperbaharui Niat (1)

Jamak kita ketahui bahwa niat merupakan salah satu penentu keberhasilan seseorang dalam melakukan ibadah. Niat yang baik akan melahirkan sesuatu yang baik, baik di dunia maupun di akhirat.

Namun demikian, tak jarang seseorang yang berniat baik di awal pekerjaan seringkali berbelok di tengah jalan ke niat yang tidak baik. Ini sifat manusiawi yang kerap dialami oleh siapapun.

Niat baik di awal belum tentu terus baik sampai akhir. Ada banyak gangguan yang seringkali kita kehilangan kendali untuk tetap meluruskan niat dan tak mampu melawan gangguan itu.

Karena itu, Rasulullah memberikan nasehat baik kepada Abu Dzar Al-Ghifari di dalam kitab Nashaihul ‘Ibad hal. 19 dan juga pesan kepada ummatnya agar terus memperbaharui niat:

روي عن رسول الله أنه قال أبي ذر الغفاري رضي الله عنه: يا أبا ذر، جدد السفينة فإن البحر عميق

Rasulullah Saw berkata kepada Abu Dzar Al-Ghifari “Wahai Abu Dzar, Perbaharuilah perahumu karena sesungguhnya lautan itu sangat dalam”

Sepintas potongan hadis yang penulis kutip dari kitab Nashaihul ‘Ibad merupakan pesan yang mendalam dengan bahasa kiasan yang sangat tinggi. Secara kasat mata, tak ada seorang pun yang bisa melewati lautan untuk menuju ke sebuah tempat tanpa mengendarai sebuah perahu atau kapal. Dan untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kapal dan perahu yang baik dan menjamin keselamatannya.

Maksud dari hadis yang berisi pesan itu ditafsirkan oleh imam Nawawi al-Bantani berupa pesan untuk memperbaharui niat atas apa yang akan kita lakukan agar bernilai ibadah dan selamat dari siksa Allah.

Memahami kiasan di atas yang kemudian ditafsirkan oleh Imam Nawawi menunjukkan bahwa semakin kita merasa enak dan nyaman beribadah maka potensi gangguan dan merubah niat itu akan semakin besar. Maka satu-satunya cara adalah terus memperbaiki dan memperbaharui niat kita agar kita selamat dari gangguan itu.

Related Posts