Untuk Nyinyir Kita Hanya Butuh Kuota, Pak ! Otak Pikir Keri

Menurut saya, pernyataan pak Luhut ini cukup keras dan tentu juga bikin tersinggung masyarakat yang memang memiliki niat baik untuk membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid 19. Dan tak selayaknya diucapkan oleh seorang pejabat sekelas dia yang baru-baru ini diangkat jadi wakil ketua I Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Tapi ya gimana lagi. Kita masyarakat hanya bisa menerima saja, semua ada di tangan opa Luhut Binsar Panjaitan, seorang pejabat negara kelas kakap yang memiliki kepercayaan diri yang sundul langit.

Sudahlah, percaya saja pak Luhut ini orang nomor satu, top. Orangnya santai, percaya diri. Sedari awal ia menjabat mentri, pak Luhut ini memang menteri segala urusan dan situasi, klo boleh saya singkat disingkat (MENSTRUASI).

Nggak usah ingat² guyonan pak Luhut yang dulu ketika Corona dikabarkan sudah mulai masuk batam “Corona? Mobil ya?”, guyon pak Luhut. Mosok opo-opo kudu diseriusin, becanda nggak boleh. Akhirnya Corona jadi bencana nasional bahkan sudah global. Pak Luhut salah? Yo orak, wong pak Luhut becanda doang. Klo salah mestinya dia udah dipecat. Tapi nyatanya dia masih tetap bisa kerja dengan senyum semringah. Inilah manfaat punya otak.

Baru dilantik jadi koordinator penanganan Covid-19 aja sudah bermain-main dengan otak. Bukan saja otak dia tapi otak masyarakat yang dianggap nyinyir.

Semua orang punya otak, tapi kadang bingung posisi otaknya di mana. Ada juga yang punya otak tapi nggak dipakai, ya buat apa. Tapi yakinlah pak Luhut akan menyelesaikan pandemi ini dengan otaknya yang sudah terpakai dan tau posisinya di mana.

“Jangan terlalu nyinyir kalau enggak ngerti masalah. Kalau perlu datang tanya sama kita. Kita kerja kok, kita ini punya otak, kekuatan dan tim bagus,” kata Luhut saat konferensi pers pada Jumat, 18 September 2020.

Ingat ya, klo nggak paham tanya. Tanyanya tolong pakek otak sesuai instruksi pak Luhut. Ya walaupun grafik covid-19 berbicara sebaliknya dari klaim-klaim kerja yang ngakunya pakai otak. Ya mungkin otak kita aja yang nggak original, bekas, ngak seperti otak njenengan yang seperti baru keluaran pabrik.

Husst, nggak usah ngomong-ngomong ke siapa-siapa. Ini rahasia. Saking rahasianya tiap pagi kita seperti sarapan data. Lah, kan Ini masih butuh proses, bang. Ini tim bagus pak Luhut masih bekerja, tunggu aja hasilnya. Kalian diam semua. Dasar nggak punya otak. Sudah nggak punya otak, nggak paham lagi.

Mungkin pak Luhut paham, bahwa masyarakat memang kadang berkomentar nggak pakek otak padahal mereka punya. Sama seperti orang punya ponsel. Pasti tidak selama 24 jam dia pakai ponsel itu. Kadang-kadang, kalau bepergian, malah ketinggalan di rumah. Dan yang pasti berkomentar Nyinyir itu hanya butuh kuota pak, otak mah pikir keri. Nah ini contohnya. Wkwkwkwk 😀😀😂

Eh, ini nyinyir nggak ya. Wes kadung,………..

https://www.viva.co.id/amp/berita/nasional/1303727-luhut-jangan-nyinyir-kalau-enggak-ngerti-kita-ini-punya-otak?__twitter_impression=true

Related Posts