Gus Dur Sering Tak Punya Uang - Atorcator

Gus Dur Sering Tak Punya Uang

Ilustrasi: nu online, Indonesian President Abdurrahman Wahid waves as he enters the closing session of the second OPEC heads of state summit September 28, 2000. OPEDC heads of state signed a solemn declaration at the close of the summit. REUTERS/Juan Carlos Ulate — Image by © Reuters/CORBIS

Adik saya, sekaligus keponakan Gus Dur; NZ juga bercerita kepada saya. Dia pernah kuliah di Institute Ilmu Al Qur’an (IIQ), Jakarta, awal tahun 90 an. Gus Dur membiayai kuliahnya. Maka setiap bulan dia datang ke PBNU untuk bertemu pamannya itu, mengambil uang kost dan biaya kuliahnya.

Suatu hari dia pernah kehabisan uang. Uang bulanan dari Gus Dur digunakan untuk keperluan lain yang tidak terduga. Dia sudah minta kiriman dari ayahnya di Jombang, Jawa Timur. Tetapi belum juga tiba. Maka dia terpaksa datang lagi ke Gus Dur di kantor PBNU untuk meminta bantuan tambahan sambil menyampaikan alasannya. Nah, kebetulan ketika itu Gus Dur sedang tak punya uang. Gus Dur memang sering tak punya uang dan beliau tidak dipusingkan olehnya. Beliau yakin Tuhan maha Pemurah/Dermawan dan Maha Kasih.

Meski begitu beliau tak menolaknya. Ini memang kelakuan beliau, tak pernah menolak permintaan orang yang meminta.

Gus Dur mengatakan: “Tunggu sebentar ya?. Saya akan pergi dulu sebentar”. Beliau pun pergi ke tempat sebuah seminar yang hari itu kebetulan harus dihadirinya dan Gus Dur menjadi nara sumber utama. Tidak lama sesudah itu beliau kembali dan menyerahkan amplop honor seminar yang masih tertutup rapat itu kepada keponakannya itu. “Ambil seperlunya saja ya?”, katanya. Keponakan Gus Dur itu menerimanya dengan senang. Wajahnya berbina-binar. Bibirnya berubah jadi berkembang manis dan seakan tak ingin berhenti. Lalu membuka amplop itu. Tetapi sesudah menghitung isi amplop tersebut, dia bilang bahwa keperluannya adalah seluruh isi amplop itu. Gus Dur diam saja. “Ya sudah, gak apa-apa. Ambil saja semua”. (Source Status Facebook Husein Muhammad)

Yogya, 11.10.18
Repost, 12.10.2020
HM

komentar

Related Posts