Kisah Abu Hurairah dan Penyakit Lupa - Atorcator

Kisah Abu Hurairah dan Penyakit Lupa

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah ra, bahwa pada suatu hari beliau mengadu kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang banyaknya hadits Rasulullah yang terlupakan olehnya, sehingga Abu Hurairah ra meminta agar dibebaskan dari penyakit lupa yang dialaminya.

Abu Hurairah ra berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku banyak memdengar sabda-sabdamu, tetapi aku sering lupa, maka aku ingin sekali untuk tidak lupa.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian bersabda, “Bentangkanlah surbanmu!”

Abu Hurairah pun membentangkan surbannya, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam meraup-raupkam tangannya ke udara di atas surban itu, kemudian beliau saw bersabda, “Dekaplah!”

Maka Abu Hurairah mendekap surban itu dan menempelkannya ke dadanya. Dan Abu Hurairah berkata, “Sejak saat itu, aku tidak pernah lupa lagi.”

Kisah Melenyapkan Bisul

Dari hadits Muhammad Ibnu Uqbah dari Syurahbil dari kakaknya Abdurrahman, dari bapaknya yang berkata, “Aku mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena bisul yang ada di telapak tanganku, aku berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, “Wahai Nabi Allah, bisul ini telah menghalangiku dari bertempur di jalan Allah dan menyakitkanku ketika aku memegang kendali kuda.”

Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun bersabda, “Mendekatlah kepadaku.”

Aku pun mendekat, kemudian beliau saw membuka dan meniup telapak tanganku, setelah itu beliau saw meletakkan tangannya di atas bisul itu sambil menepuk-nepuknya, maka pada saat itu juga bisulku lenyap tanpa bekas.”

Kisah diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabarani dan dinukil oleh al-Hafizh al-Haitsami dalam Majma’ al-Zawaid, juz 8 hal 298.

Kisah Muadz bin Amr bin al-Jamuh Radhiallahu ‘Anhu

Ditengah berkecamuknya perang Badar, Mu’adz bin Amr bin al-Jamuh ra mendapatkan tebasan pedang di pundaknya dari Ikrimah bin Abu Jahal.

Kemudian Muadz bercerita, “Tebasan pedang itu memutuskan lenganku, namun masih tergantung di badanku karena ada sedikit daging yang tidak putus.
Maka kuselipkan lenganku itu di balik punggungku dan aku terus berperang di sepanjang hari itu, akan tetapi lama kelamaan gerakanku menjadi terganggu karena keadaan lenganku itu, maka kuhentakkan lengan itu hingga menjadi lepas dari tempatnya.”

Setelah itu, sebagaimana yang diceritakan kembali oleh Qadhi Iyadh dari Ibnu Wahab dalam kitab al-Mawahib, Muadz membawa lengannya yang lepas itu kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian meletakkan tangan yang sudah lepas itu ke tempatnya semula dan meludahinya. Seketika itu juga lengan Muadz kembali tersambung seperti sediakala.

Kisah ini diriwayatkan oleh al-Zarqani dan disandarkan kepada Ibnu Ishaq, dan di antaranya sanadnya terdapat al-Hakim.

komentar

Related Posts