Renungan Rabu Wekasan - Atorcator

Renungan Rabu Wekasan

Pada umumnya, ketika berbicara tentang turunnya bala’, orang lebih suka menghubungkan bala’ itu dengan gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, banjir bandang, kebakaran, atau meluasnya penyakit.

Kebanyakan orang lupa bahwa bala’ itu bisa datang dari dalam diri mereka sendiri. Yaitu ketika hawa nafsu, syahwat kekuasaan, sikap merasa paling benar, dan ambisi popularitas dipertuhankan.

Maka dari itu, di dalam al-Qur’an, manusia diperingatkan:

(وَإِذَاۤ أَرَدۡنَاۤ أَن نُّهۡلِكَ قَرۡیَةً أَمَرۡنَا مُتۡرَفِیهَا فَفَسَقُوا۟ فِیهَا فَحَقَّ عَلَیۡهَا ٱلۡقَوۡلُ فَدَمَّرۡنَـٰهَا تَدۡمِیرࣰا)

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).

[Surat Al-Isra’ 16]

(وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰۤ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوۡا۟ لَفَتَحۡنَا عَلَیۡهِم بَرَكَـٰتࣲ مِّنَ ٱلسَّمَاۤءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذۡنَـٰهُم بِمَا كَانُوا۟ یَكۡسِبُونَ)

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

[Surat Al-A’raf 96]

( وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَـٰكِنۡ أَنفُسَهُمۡ یَظۡلِمُونَ)

Allah tidak menzhalimi mereka, tetapi mereka yang menzhalimi diri sendiri.

[Surat Ali ‘Imran 117]

Terkait dengan peringatan-peringatan itu, kebanyakan orang lebih suka berbicara tentang kebaikan. Sehingga tidak boleh ada di muka bumi ini selain dari kebaikan. Tapi, dari nikmatnya pembicaraan tentang kebaikan itu, orang tidak mau berbicara tentang hal-hal dapat merusak kebaikan. Seakan kebaikan itu tidak punya penghalang dan rintangan.

Maka, membaca Surat Yasin sesungguhnya bukan untuk memveto kehendak Allah untuk menurunkan hal-hal yang tidak dikehendaki manusia. Allah Maha Berkehendak atas apa yang Dia perbuat. Dibaca atau tidak surat Yasin itu, ribuan batu meteor tetap saja masuk menembus atmosfer bumi menghantam semua benda yang ada di muka bumi. Dibaca atau tidak surat Yasin itu, ribuan orang tetap saja tidak bisa diselamatkan nyawanya dari paparan Covid 19.

Lalu untuk apa Surat Yasin itu dibaca? Surat itu dibaca untuk memveto hawa nafsu yang selalu tidak puas mencari pembenaran. Surat Yasin itu dibaca untuk mengembalikan kesadaran diri bahwa manusia adalah makhluk lemah yang sering tidak jujur mengakui kelemahannya. Surat Yasin itu dibaca agar jiwa-jiwa yang jumawa itu tunduk dan takluk di hadapan luasnya Kerajaan Yang Maha Kuasa:

(أَوَلَمۡ یَرَ ٱلۡإِنسَـٰنُ أَنَّا خَلَقۡنَـٰهُ مِن نُّطۡفَةࣲ فَإِذَا هُوَ خَصِیمࣱ مُّبِینࣱ)

Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!

[Surat Ya-Sin 77]

Rabu Wekasan pada hakikatnya bukan menolak ketetapan Allah (qodarullah). Tapi, menolak angkuhnya diri yang mengingkari ketetapan Allah….

Allohumma sallim…yā Kāfiy al-Balā’…ikfinal balā qobla nuzūlihi minas samā’….

komentar

Related Posts