Salamatul Insan Fi Hifdzil "Status" - Atorcator

Salamatul Insan Fi Hifdzil “Status”

Ilustrasi; glints

Allah berfirman: ‘Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, kemudian menyebar kannya dan banyak memakan yang haram. [Al-Maidah : 42]

Nabi saw bersabda: ‘Selamatnya seorang insan bergantung pada lisan–

*^^^*
Lisan bisa berupa ucapan atau tulisan bahkan d era digital bisa bermakna status, share dan kopas. Jejak digital bisa dilacak dan kita bisa kembali melihat status apa saja yang sudah kita tulis.

Kita bisa bandingkan mana lebih banyak yang kita sebar_–berapa puluh atau ratus berita hoax dan fitnah kita share dengan sengaja tanpa tabayyun. Atau berita baik yang menyenangkan yang kita sebar. Apakah setiap berita atau kabar yang benar harus kita share meski itu buruk ?

Tak berasa kita menjadi bagian dari kawanan pemakan bangkai. Ghiba dan fitnah menjadi kebiasaan dan kita ketagihan. Tak nyaman rasanya seharian tanpa berita hoax–tak lengkap pula bila kita tak sebarkan pada teman kerabat atau sesama grup pengguna medsos.

*^^*
Kita telah sebar berita keburukan dan membuat cemas, kalut, takut, galau, resah dan kebingungan kolektif di kalangan mu’minin. Kaum mu’minin saling curiga dan syu’ sebab berita-berita yang kita terima kemudian kita sebarkan itu.

Allah berfirman: ‘Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, kemudian menyebarkannya dan banyak memakan yang haram. [Al-Maidah : 42], mereka inilah penikmat berita bohong dan ketagihan. Terus sebarkan bohong dan dusta tanpa tabayyun atau klarifikasi.

Sungguh celaka. Amal kebaikannya akan habis–seperti api makan kayu bakar. Di akhirat dia akan pertanggungjawabkan semua dan diambil semua kebaikanya tanpa sisa. Pahala shalatnya–zakatnya–sedekahnya–puasanya dan semua amal saleh lainnya.

*^^*
Saatnya membasuh bibir-lidah–hati–pikiran dan jiwa dengan Al Quran. Lisan kita (baca: status, kopas dan share ) yang kotor karena suka sebar berita hoax dan fitnah kita bersihkan dengan tartil Quran. Semoga bisa memberisihkan

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

komentar

Related Posts