Takut Istri Bisa Jadi Wali? - Atorcator

Takut Istri Bisa Jadi Wali?

Ada banyak kisah tentang suami shalih yang punya karamah sebab diam saja ketika diomeli atau diperlukan kasar oleh istrinya. Di kitab Uqudul Lujain misalnya, diceritakan tentang seorang suami shalih yang dapat menaklukkan harimau karena ia sabar menghadapi istrinya yang suka berkata buruk tentangnya. Masyhur juga kisah seseorang yang hendak mengeluhkan sifat keras istrinya ke Sayyidina Umar namun tak jadi sebab ternyata dia lihat Sang Amirul Mukminin malah diam saja dimarahin istrinya.

Terlepas dari valid tidaknya kisah di atas, kisah-kisah semacam itu sering jadi guyonan ketika ada seseorang yang takut pada istrinya yang galak lalu dikomentari: “Tenang.. nanti dia bisa jadi wali yang menaklukkan harimau”. Hahaha…

Benarkah demikian? Nggak juga. Takut pada istri itu bukanlah sifat baik, sebagaimana sifat takut pada makhluk apa pun tidaklah terpuji. Yang baik dan terpuji adalah sabar ketika diperlakukan buruk oleh orang lain, termasuk oleh pasangan (baik suami atau istri). Sabar ini bukan lemah, justru sabar adalah berani, tangguh, ulet dan teguh pendirian.

Contohnya begini: Suami mau sedekah 1 juta ke seorang tetangga yang fakir miskin dan sedang kesusahan. Uang itu pun tidak sedang dibutuhkan olehnya atau keluarganya. Eh… ternyata istrinya ngomel-ngomel dan menyuruh sedekah 10 ribu saja gak usah banyak-banyak sebab lebih baik buat belanja ini itu yang aslinya tidak urgen. Kalau suaminya nurut, artinya dia takut istri, itu sifat tercela. Kalau suaminya lanjut sedekah 1 juta itu dan bersabar atas omelan istrinya, maka itu sifat terpuji.

Wujud sifat sabar salah satunya memang diam ketika diomeli dan tidak membalas. Tapi diamnya orang sabar bukan diam karena lemah atau takut, namun karena dia punya hati yang sangat luas sehingga omelan orang sudah tak lagi membuatnya emosi. Seperti kisah Sayyidina Umar itu, kalau kisahnya valid, setelah dimarahi istrinya beliau tetap bisa tersenyum dan menyebut jasa-jasa istrinya selama ini yang sudah membantunya sehari-hari. Berpikir jernih seperti ini hanya bisa dilakukan oleh para pemberani dan tangguh yang tidak lagi bisa emosi dengan hal-hal sepele. Andai jiwa suami penakut ditanya soal istrinya ketika si istri tak ada, pasti dia berkeluh kesah dan curhat. Hahaha…

komentar

Related Posts