Melatih Kesholihan dari Santri - Atorcator

Melatih Kesholihan dari Santri

Semua tau betapa fantastisnya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di lapangan hijau.

Instingnya menggocek bola melewati lawan-lawannya dan mencetak gol tak diragukan lagi.

Di samping bakat tentu karena mereka berdua tak pernah lelah berlatih. Sampai seakan kakinya mengandung magnet bagi bola yang akan digoolkannya.

Sebakat apapun tanpa terus berlatih lambat laun kehebatannya pasti akan luntur.

Beberapa hari yang lalu saya menemui sahabat yang akhir-akhir ini terlihat banyak masalah.

Istimewanya tak sedikitpun dalam raut wajahnya menampakkan kegundahan atau kesedihan atas masalah-masalah itu.

“Kang.. Kenapa njenengan tidak disukai si-A, padahal njenengan kan nggak pernah berbuat salah kepadanya?” Tanya saya

“Nggak apa-apa, justru saya matur nuwun banget kepadanya, karena berkat kebenciannya saya mendapat “penghapus dosa” gratis.

“Mobil njenengan diserempet, malah yang nyerempet minta tanggung jawab sepeda motornya diperbaiki, itu habis berapa kang?” Tanya saya lagi atas masalah beliau yang lain.

“Habis 8jt-an.. Alhamdulillah saya sedang “dilatih” Allah shodaqoh dengan nominal lumayan, agar mendapat pahala yang lumayan juga”.

Sungguh saya heran, umumnya orang, pasti akan jengkel dan membalas tidak suka ketika dibenci seseorang.

Umumnya orang, pasti akan mangkel grundel ketika mobilnya ditabrak, malah yang nabrak menuntut tanggungjawab, menghabiskan uang lumayan banyak.

Tapi “Kang Santri” yang satu ini tidak demikian, beliau tetap nyantai, tetap syukur, seakan tak ada masalah yang sedang menghampirinya.

“Apa kang resep njenengan bisa sesabar dan sesholih ini?”

“Dari masa remaja saat di pesantren, saya sudah terlatih dengan insting yang solih. Karena sudah menjadi bakat, apapun masalah yang saya hadapi, pikiran-pikiran positif itulah yang lebih dulu muncul ke permukaan. Pikiran negatifnya sudah jauh terbuang.

“Latihlah terus kesholihanmu, sampai menjadi bakat alami”

“Tidak ada orang yang benar-benar bahagia di dunia ini kecuali orang-orang sholih”

komentar

Related Posts