Nashrani Sahabat Paling Dekat Kaum Mukminin - Atorcator

Nashrani Sahabat Paling Dekat Kaum Mukminin

Pasakh dalam bahasa Ibrani berarti melewati. Yaitu ketika Allah akan menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir yaitu dengan mendatangkan Tullah yang akan membunuhi setiap anak laki-laki sulung bangsa Mesir bahkan ternak-ternak mereka.

Dan Allah akan ‘melewati’ (Paskah ) pintu-pintu rumah orang Israel karena ada tanda darah domba. Inilah makna yang lebih mendekati dari berbagai silang sengkarut tentang Paskah. Pada perayaan Paskah Orang Israel menyembelih domba dan darahnya dioleskan pada tiang dan pintu.

‘Sahabat-Dekat’ kita berkeyakinan bahwa Yesus Kristus mati pada perayaan Paskah. Pada saat melakukan perjamuan kudus dengan para muridnya. Ia pun diturunkan cepat-cepat untuk menghormati perayaan Paskah, pada hari ketiga kematiannya Yesus bangkit dari para orang mati dan menampakkan diantara orang-orang. Hari kebangkitan inilah yang kemudian diperingati sebagai perayaan pada tradisi gereja awal.

Itulah iman Kresten yang diyakini, yang kemudian bergolak dan menjadikan berbagai polemik diantara kalangan mereka sendiri. Tapi iman adalah soal hati dan agama bukan hanya kumpulan fakta dan kejadian. Dengan itulah orang Kresten percaya tanpa kata tanya.

Dari kampung ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib, Rasulullah saw dikejar orang-orang pandir, mereka melempar batu hingga pelipis beliau berdarah. Setelah jamuan yang diadakan itu orang-orang Tsaqif berbalik memusuhi dan menampik kedatangan Rasulullah saw yang berikhitiar mendapat suaka bagi kaumnya yang di-intimidasi dan disiksa kaum kafer Quraisy.

Inilah perjalanan paling berat Rasulullah saw. Para sejarawan menyebutnya sebagai tahun duka cita (aml huzn). Isteri beliau, yang selama ini menjadi penyangga dakwahnya dengan harta, kedudukan dan pengaruhnya, Khadijah binty Khuwailid ra wafat. Pamannya yang mengasuh dan menyayanginya sedari kecil: Abu Thalib juga wafat. Sementara wahyu lama tak turun, bahkan orang kafer sempat mengolok bahwa Jibril as telah pergi dan memutus komunikasi langit.

Sesaat setelah Rasulullah saw menjauh dari kejaran orang-orang Tsaqif beliau berhenti di sebuah kebun kurma. Beliau istirahat sambil menyeka darah dan keringat di wajah beliau yang tersapu debu. Hingga datang seorang budak di kebun itu menawarkan air dan anggur.

Rasulullah saw terdiam sejenak memandang budak itu. Kemudian bertanya: Siapa engkau dari mana asalmu ? Budak itu menjawab pelan: Aku Addas dari Ninevah “. —- Yusuf bin Mata’i ? kata Rasulullah saw pendek. Darimana engkau, tahu ? kata Addas menimpali. Dia (Yusuf bin Mataai) seorang Nabi aku juga Nabi, jawab Rasulullah saw.

Kemudian Rasulullah saw meminum air dan memakan anggur pemberian Addas sambil mengucap Basmalah. Addas terkesima dan berkata, darimana kau dapatkan kata (Basmallah) itu. Lantas Addas menciumi kaki Rasulullah saw dan memeluknya. Meski Addas tak sempat memeluk Islam, tapi dia adalah seorang penganut Nasrani yang taat.

Khadijah binty Khuwailid ra perempuan elok dan cantik itu cemas melihat kondisi Rasulullah saw menggigil ketakutan, badannya panas dingin gemetaran sepulang dari gua Hira. Rasulullah saw memberitakan semuanya kepada Khadijah ra belahan hatinya itu.

Khadijah ra yang cemas itu tak tahu harus melakukan apa, hingga ia bawa suami tercintanya ke rumah kerabatnya, Waraqah bin Naufal salah seorang pendeta Nasrani yang meng-esakan Allah tabaraka wa taala.

Di rumah kerabatnya itu Khadijah ra menceritakan semuanya. Waraqah berkata: Ia adalah Namus (Jibril) dia pernah datang kepada Isa bin Maryam dan nabi-nabi lainnya membawa wahyu (Nubuwah). Suamimu akan menjadi seorang nabi, dia akan dimusuhi dan di usir. Andai aku masih bersamanya aku akan membantu”, demikian yang tertulis dalam Al Kitab.

Al Quran kitab suci kami memberi pujian khusus kepada para pendeta dan para rahib yang tidak menyombongkan diri, karena mereka jualah persahabatan antara kaum Mu’minin dan Nasrani bisa terjalin dan terjaga.

Allah tabaraka wataala berfirman: “Pasti akan kamu dapati orang-orang yang sangat keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang-orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata: “Sesunguhnya kami adalah orang Nasrani”. Yang demikian itu karena diantara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri”, (Al-Maidah:82).

Untuk menjaga persahabatan itu tetap terjaga kami orang-orang beriman dilarang berdebat dengan para ahli kitab kecuali dengan mereka yang zalim itupun dengan cara yang baik :”Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab kecuali dengan cara yang baik (Al-an kabut:46)

Itulah persahabatan kami, orang-orang beriman dengan orang-orang Nashrani atas petunjuk Allah tabaraka wata’ala dalam kitab al Quran yang mulia.

@nurbaniyusuf

Komunitas Padhang Makhsyar

komentar

Related Posts