Era Moderasi: Selamat Tinggal Islam Keras - Atorcator

Era Moderasi: Selamat Tinggal Islam Keras

Dalam hal aqidah dan ibadah mahdhah, FPI lebih dekat pada NU, tapi kenapa Muhammadiyah ‘paling reaktif’ membela, sedang NU memilih diam, padahal keduanya sama dalam hal aqidah dan madzab — ada apakah ?

Imam Besar Habib Rizieq Syihab jelas berseberangan dengan Wahabi-Salafi dalam urusan aqidah. HRS menyasar konsep trilogi tauhid: Uluhiyah, Rubbubiyah dan Ubudiyah yang digagas oleh Muhammad bin Abdul Wahab jelas berlawanan dengan aqidah ‘ahlu sunah wal jamaah’ yang ia pahami, katanya tegas dalam berbagai ceramah di depan santrinya di pesantren Petamburan.

Pun dengan amalan fiqhnya — ushali, qunut subuh, tawashul, tabarruk menjadi amalan harian imam besar dan semua pengikutnya. Pendek kata semua amaliah NU sama persis dengan amalan pengikut FPI, dan berbanding terbalik dengan amalan jamaah Muhammadiyah dalam hal apapun. Lantas apa yang bisa merekatkan kedua ormas ini ? Sehingga tumbuh empati yang menurut saya sangat membahagiakan. Siapapun mendambakan umat Islam bersatu dalam satu garis perjuangan.

Benarkah ‘kesamaan kepentingan politik’ bisa menyatukan Muhammadiyah dan FPI meski berbeda aqidah dan madzhab ? Jika tesis ini benar sungguh melegakan. Artinya perbedaan dalam hal fiqh dan mazdzab yang kerap menjadi kambing hitam perpecahan umat Islam bisa ditepis, setidaknya ada jalan baru yang bisa ditempuh sebagai alternatif untuk menyatukan umat Islam dari sakit sosial akut.

Jika tesisnya dibalik : ‘Kenapa FPI tak bisa akur dengan NU meski aqidah dan amaliah fiqhnya relatif sama ? Apakah karena pilihan politiknja yang berbeda sehingga keduanya sulit akur? Jadi benarkah jika kesamaan pilihan politik bisa menyatukan perbedaan aliran dan madzhab sungguh niscaya— ? jika ini benar sungguh menarik.

Pernyataan resmi PP MUHAMAMDIYAH lewat Sekum Kang Mas Prof Mukti juga melegakan semua pihak— bahwa pelarangan FPI bukan sikap anti Islam tapi lebih pada penegakan hukum

Dan aturan”. Menurut saya, inilah sikap paling adil, elegant dan proposional meski bisa saja pada arus bawah tidak demikian. Agar negara adil, dan tak pandang bulu, tidak tebang pilih. Siapapun ormas yang suka main hakim sendiri, suka sweping harus dibubarkan.

Pikiran besarnya adalah : Negara sedang mendorong MUHAMMADIYAH dan NU tumbuh menguat sebagai pilar pikiran maju dan moderat, jangan sampai luput dari perhatian. Sebuah gerakan moderasi yang sejalan dengan arus besar pergerakan Muhammadiyah.

Ini kesempatan emas —sebagai sebuah peluang untuk mewujudkan masyarakat Islam yang utama, negeri ‘gemah ripah loh jinawi’ (baldhatun tayyibah wa rabbun ghafur). Sebagaimana mimpi besar para faundhing father terdahulu. Sejarah menyebutkan bahwa Islam keras tak bisa tumbuh di nusantara sejak para wali memperkenalkan Islam pertama kali. Para pemimpinnya berakhir dibui atau digantung di alun-alun.

Visi negara sedang tidak sinkron dengan gerakan fundamentalis dan Islam keras. Imam besarnya dibui. Enam pengikutnya ditembak mati. FPI-nya dibubarkan tanpa alasan adalah simbol sekaligus sinyal bahwa negara sedang tidak main-main. Jadi hanya sedang ada dua pilihan yang saling menafikkan: Mengikuti jalan moderasi atau enyah dari hadapan — Wallahu taala a’lm

@nurbaniyusuf (Komunitas Padhang Makhsyar)

komentar

Related Posts