Gus Dur Bertahta di Sanubari - Atorcator

Gus Dur Bertahta di Sanubari

Saat 40 hari Gus Dur wafat, Anita Wahid mengedit buku yang berisi kumpulan tulisan testimonial dari beragam orang atas beliau. Buku itu diberi judul : “Gus Dur Bertahta di Sanubari”. Dan aku menulis Epilog Buku ini. Di situ antara lain aku mengatakan ini :

…setiap orang telah dan akan terus memaknai Gus dur dengan ungkapan dan cara yang berbeda-beda, berdasarkan pada apa yang dilihat, didengar, diingat dan dirasakannya. Pemaknaan atas sesuatu memang selalu lahir dari pengalaman masing-masing.

Ekspresi-ekspresi intelektual dan idiom-idiom psikologis selalu merupakan produk dari ruang dan waktunya sendiri-sendiri, produk pengalaman diri pemberi makna. Tak ada seorang pun yang mampu menghadang pengalaman spiritual dan pikiran setiap orang. Pengalaman adalah kebenaran sejati , mesti tak bisa diraba, tak bisa dianalisis dengan nalar. Ia melampaui kecerdasan nalar.

Pemaknaan yang beragam atas Gus Dur telah cukup menggambarkan betapa di dalam dirinya sarat makna besar. Buku ini merupakan salah satu buku yang berbicara tentang pemaknaan-pemaknaan atas Gus Dur dari sejumlah orang yang pernah berinteraksi langsung dengan beliau, bersama atau sekedar mengamati beliau dari jauh.

(Mengantar Haul dekade Gus Dur, besok, 16.01.20, di Institute Studi Islam Fahmina, Cirebon).

11.01.20
Repost, 11.01.21
HM

komentar

Related Posts