Kesalahan Memahami Kaidah "Jamaah adalah yang Benar Meskipun Sendirian" - Atorcator

Kesalahan Memahami Kaidah “Jamaah adalah yang Benar Meskipun Sendirian”

Ilustrasi: sekilas media

Salah satu kaedah yang dijadikan pijakan beberapa kelompok bangga merasa paling benar sehingga berani tampil beda bahkan menyalahkan pendapat mayoritas yang sudah berlaku lama adalah perkataan Ibnu Mas’ud “Jama’ah itu adalah yang sesuai dengan kebenaran meski dilakukan sendirian”. Oleh karena itulah Prof. Habib Abdullah Baharun rektor Al-Ahqaf Yaman meluruskan kaedah tersebut di awal dalam kitab beliau اصول الوسطية. Menurut beliau perkataan Ibnu Mas’ud tersebut adalah potongan dari cerita panjang yang harus difahami secara utuh dan lengkap. Kisah tersebut salah satunya disebutkan oleh Ibnu ‘Asakir berikut

عن عمرو بن ميمون الأودي قال صحبت معاذا باليمن فما فارقته حتى واريته في التراب بالشام ثم صحبت بعده أفقه الناس عبد الله بن مسعود

“Dari ‘Amr bin Maimun, dia berkata “saya belajar pada Mu’adz d Yaman dan tidak pernah berpisah dengannya sampai beliau wafat di Syam. Setelah itu aku berguru pada orang yang paling Ahli Fiqh yaitu Abdullah bin Mas’ud.

فسمعته يقول عليكم بالجماعة فإن يد الله على الجماعة ويرغب في الجماعة ثم سمعته يوما من الأيام وهو يقول سيلي عليكم ولاة يؤخرون الصلاة عن مواقيتها فصلوا الصلاة لميقاتها فهو الفريضة وصلوا معهم فإنها لكم نافلة

“Saya mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata ‘tetapilah jama’ah karena pertolongan Allah bersama jama’ah’. Beliau selalu memotivasi untuk mengikuti jama’ah. Kemudian saya pernah mendengar beliau juga berkata pada suatu hari ‘akan datang para pemimpin kalian yang shalat di akhir waktu (bukan awal waktu). Maka shalat lah kalian di awal waktu sebagai shalat fardhu dan shalat lah berjama’ah bersama mereka sebagai shalat Sunnah”

قال قلت يا أصحاب محمد ما أدري ما تحدثوا قال وما ذاك قلت تأمرني بالجماعة وتحضني عليها ثم تقول لي صل الصلاة وحدك وهي الفريضة وصل مع الجماعة وهي النافلة قال يا عمرو بن ميمون قد كنت أظنك أفقه أهل هذه القرية تدري ما الجماعة قال قلت لا قال إن جمهور الجماعة الذين فارقوا الجماعة الجماعة (2) ما وافق الحق وإن كنت وحدك

[ابن عساكر، أبو القاسم ,تاريخ دمشق لابن عساكر ,46/409]

‘Amr bin Maimun bingung dan bertanya pada Ibnu Mas’ud, ‘wahai sahabat Rasulullah, saya tidak mengerti apa yang engkau bicarakan’. Ibnu Mas’ud berkata ‘apa itu?’. Amr berkata ‘kamu memerintahkan dan memotivasi saya untuk jama’ah. Kemudian kamu berkata shalat lah sendirian sebagai shalat fardhu dan shalat lah berjama’ah sebagai shalat sunnah’. Ibnu Mas’ud menjawab ‘wahai ‘Amr bin Maimun aku mengira engkau adalah orang yang paling mengerti fiqh di desa ini. Apakah engkau tau apa Jama’ah itu?’. Amr bin Maimun menjawab ‘tidak’. Abdullah bin Mas’ud menjawab lagi ‘mayoritas jama’ah (masyarakat) tidak mengikuti jama’ah. Karena jama’ah itu adalah sesuatu yang sesuai dengan hal yang benar meski kamu melakukannya sendirian'”

Menurut Prof Habib Abdullah Baharun perkataan utuh dari Ibnu Mas’ud di atas sebenarnya malah memotivasi kita untuk bersatu dan mengikuti mayoritas. Karena itu Ibnu Mas’ud tetap memerintahkan untuk mengikuti shalat berjama’ah yang dilakukan tidak pada awal waktu untuk menghindari perpecahan dan gesekan. Sungguh aneh kalau ternyata perkataan tersebut diambil sepotong dan digunakan untuk membuat perpecahan dengan merasa paling benar dan paling sunnah serta menyalahkan pendapat yang merupakan masalah khilafiyah dalam fiqh. Terlebih masalah fiqh yang sudah dianut oleh mayoritas masyarakat sejak dahulu kala. Menurut Prof Habib Abdullah Baharun kita harus menjadikan ayat di bawah ini sebagai pegangan dalam bermasyarakat

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” (Surat Ali ‘Imran, Ayat 103)

komentar

Related Posts