Karomah Sunan Giri yang Menaklukan Begawan Minta Semeru dan Memeluk Islam - Atorcator

Karomah Sunan Giri yang Menaklukan Begawan Minta Semeru dan Memeluk Islam

Ilustrasi: sekolahnesia

Raden Paku atau Ainul Yaqin atau yang lebih masyhur di kalangan masyarakat dengan sebutan Sunan Giri. Sunan Giri merupakan putra dari Syaikh Maulana Ishaq dari pasangan Retna Dewi Kasiyan atau yang banyak orang-orang menyebutnya Dewi Sekar Dadu putra kerajaan Blambangan, Prabu Minak Sembuyu.

Begawan Minta Semeru adalah orang yang keilmuannya tinggi dan terkenal kesaktiannya. Tak kalah saing dengan Sunan Giri menurut akal sehat kita. Menurut sejarah, Sunan Giri ketika diusia belasan tahun, ia belajar ke Sunan Ampel Surabaya. Di uisa itu pula karomahnya mulai nampak. Sunan Giri yang dari Gersik tiap hari ke Surabaya sama sekali tak merasakan capek. Padahal waktu itu belum ada kendaraan bermotor.

Dari Gresik-Surabaya ia mampu lewati dengan selangkah dua langkah saja dalam sekejap dan akhirnya langsung sampai ke Surabaya.

Namun karena sebelumnya Sunan Ampel atau Syaikh Maulana Malik Ibrahim tidak mengetahuinya, merasa kasihan karena jarak tempuh yang amat jauh dari Gresik-Surabaya, dan menyuruh beliau, Sunan Giri yang kala itu masih bernama Raden Paku untuk mondok saja di Ampeldelta agar tidak lelah saat pulang-pergi.

Begawan Minta Semeru pun tak jauh beda keilmuannya. Ia bisa membuat apa saja yang ia kehendaki dengan cara mengheningkan cipta dan mampu berlari di atas angin. Menurut kita, jelas ilmu kanuragan Begawan sangat tinggi.

Singkat khobarnya, akhirnya si Begawan mendengar kata Sunan Giri dan karomahnya sangat tinggi. Mendengar itu, Begawan merasa iri dan merasa tertandingi oleh Sunan Giri.

Begawan langsung menuju ke kediaman Sunan Giri tepatnya di Pondok Pesantren Giri. Dalam sekejap, ia sudah sampai di pintu gerbang Pesantren. Kedua penjaga pintu itu pun kaget campur terkejut yang tadinya asli sama sekali tak ada orang, tiba-tiba datang Brahmana dengan sendirinya.

Begawan langsung bilang ingin berjumpa dengan Sunan Giri, penjaga pintu pun langsung menyampaikannya ke Sunan Giri setelah selesai sholat berjemaah.

Sunan Giri menyambut Bagewan dengan ramah. Sebagaimana katanya, bahwa seorang tamu adalah raja yang harus dihormati. Setelah jabat tangan, Sunan Giri menanyakan maksud apa Begawan datang. Tak lain jawabannya hanya ingin mengadu kekuatan dan kesaktian, karena Begawan mendengar apa kata orang, bahwa Sunan Giri adalah berilmu tinggi dan sakti.

Mendengar jawaban itu, Sunan Giri sungguh tak menyangka dengan maksud yang sangat diluar dugaan. Kemudian, sampailah adu kesaktian, Begawan sendiri langsung memutuskan perpanjian.

Jika nantinya kamu (Sunan Giri) kalah akan dibunuh. Jika menang akan aku (Kata Begawan Minta Semeru) menyerahkan raga ini sepenuhnya dan ingin berguru kepada mu Sunan Giri.

Saat itu pula, tiba-tiba Begawan menyerang Sunan Giri dengan tenaga dalamnya dan membakar dada Sunan Giri dengan telapak tangannya.

Sunan Giri tetap duduk saja sambil memegang tasbih di tangan kanannya, badannya benar terbakar, namun anehnya Sunan Giri tidak merasakan panas sedikitpun. Begawan mandi keringat dengan sendiri dan tak berhasil.

Tak mau menyerah, Begawan terus berusaha menaklukan Sunan Giri. Karena merasa ilmunya masih banyak, ia sebentar pergi ke Gunung Patukangan. Di sana Begawan mengubur angsa yakni betina dan jantan dalam keadaan hidup yang ditimbuni bebatuan. Kemudian kembalilah ke Sunan Giri lagi dan menyuruh menebaknya apa yang ia kubur.

Sunan Giri hanya tersenyum saja. Dan menjawab, itu yang kamu kubur hidup-hidup adalah Ular Naga. Mendengar jawaban itu, Begawan menertawai Sunan Giri dan menganggapnya ilmunya tidak seberapa. Seakan memberikan nilai KOSONG KOMA KOSONG atas Sunan Giri.

Sunan Giri bilang, apakah kisanak tidak salam melihat saat mengubur hewan itu? Begawan menjawab, TIDAK, karena ia sendiri yang menguburnya dengan tangannya.

Lalu keduanya pergi ke Gunung Patukangan tempat Begawan mengubur angsa tadi. Alhasil, setelah dibongkar, benar apa kata Sunan Giri. Yakni berisi Ular Naga yang menggilat-gilat ingin menerkam Begawan. Begawan pun nampak malu.

Lagi-lagi Begawan tak puas dengan hal itu, ia lagi-lagi menampakkan ilmunya. Begawan menyusun beberapa telur disusun ke atas tanpa satupan yang jatuh. Sunan Giri hanya melihatnya. Akhirnya Sunan Giri mengambil telur yang disusun itu dari bawah dan tanpa satu pun juga yang jatuh.

Disitulah Begawan mengakui karomah beliau. Sesuai Perjanjian, Begawan akhirnya masuk Islam dan menyerahkan raganya serta berguru kepada Sunan Giri.

Di Pesantren Giri Begawan diperkenalkan ajaran agama Islam. Setelah beberapa bulan menetap bersama Sunan Giri, Begawan akhirnya diperintahkan oleh Sunan Giri untuk pulang ke lereng Gunung Lawu untuk mendirikan pesantren dan menyebarkan agama Islam sebagai agama yang Rahmatal Lil Alamiin.

Itulah segelumit karomah Sunan Giri yang mampu mengIslamkan Begawan Minta Semeru berkat karomahnya. Semoga bermanfaat.

komentar

Related Posts