Silaturrahmi & Menimba Ilmu dari Mas Yekti Sulistyo - Atorcator

Silaturrahmi & Menimba Ilmu dari Mas Yekti Sulistyo

Ket. Foto: Mas Yekti paling depan.

Kapan hari saya berkunjung ke rumah mas Yekti Sulistiyo di Djabung bersama kawan² santri mahasiswa mas MochAlfarizizi Djabung , Muhamad Zakhi Nasrulloh dan mas Wafa Hududallah . Banyak hal dibicarakan mulai hal ringan hingga yang berat. Pembicaraan terus mengalir dengan asyik. Nyaris semua pembicaraan mengalir dengan gelak tawa serius tapi menghibur.

Pertemuan yang tak direncanakan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya ini membuat mas Yekti kaget. Untungnya beliau ada di rumah.

“Saya senang kalian sudah mau berkunjung ke sini walaupun tak mengabari sebelumnya” kata mas Yekti sambil mempersilakan kita duduk diiringi senyum.

Mas Yekti merupakan alumni pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang yang pernah magang di Jepang. Usai magang baru lanjut pendidikan S1 di universitas Brawijaya Malang. Segudang pengalaman banyak diceritakan kepada kita yang masih muda² dan minim pengalaman apalagi sampai ke luar negeri. Tentu sangat inspiratif banget. Penguasaan bahasa Jepangnya nyaris di luar kepala.

Beliau banyak membandingkan kehidupan sehari-hari orang Jepang dan Indonesia yang bisa kita ambil pelajaran. Satu contoh, misalkan, soal kedisplinan dalam menaati lampu merah. Memang sepele. Tapi dimulai dari hal sepele kita akan mengetahui kepribadian kita yang sebenarnya.

Orang Jepang ada orang atau tidak pasti berhenti klo lampu merah sudah menyala. Tak ada satupun yang melanggar apalagi menerobos dengan dalih tak ada orang lewat. Bahkan ada sebagian yang sudah berhenti dari jarak jauh.

Seperti dikatakan Kiai M Faizi orang beriman selalu merasa diawasi sehingga malu untuk melanggar. Karena ukurannya adalah “perasaan”. Maka sulit menilainya dengan “penglihatan”. Dan ini akan menguji siapa saja di tengah malam yang ada di hadapan lampu merah. Lanjut apa tidak. Ini benar-benar menguji keimanan kita. Hahah

Mas Yekti juga banyak bercerita pengalaman intelektualnya saat jadi santri mahasiswa. Bagi mas Yekti anak muda harus menemukan potensi dirinya sedini mungkin agar tidak terombang-ambing oleh arus. Harus terus dicari dan dilatih sampai benar-benar menemukan stylenya sendiri. Pada akhirnya akan mengetahui kemampuannya yang memang layak untuk diapresiasi.

Fokus, bahasa yang sering digunakan mas Yekti. Fokus pada apa yang kamu bisa. Jangan sekali-kali ikut campur terhadap apa yang kamu tidak bisa. Dan nampaknya ini juga selaras dengan firman Allah

“وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا – ٣٦

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

Dari ayat di atas sepertinya kita memang harus sedikit menahan diri berkomentar atas apa yang kita ketahui. Karenanya mas Yekti selalu bilang fokus fokus dan fokus.

Tidak hanya itu, mas Yekti juga sedikit banyak berbagi pengalaman spiritualnya. Karena ini erat kaitannya dengan santri. Penting karena karena tak semua hal bisa kita lakukan dengan tenang dan nyaman tanpa petunjuk ruhani. Dan guru spiritual adalah kuncinya. Karena setiap orang butuh sentuhan ruhani agar hatinya tidak keras.

komentar

Related Posts