Gus Dur: Ada Keturunan Tionghoa Namanya Pak Basuki Harus Saya Dukung

Ilustrasi:s/ Atorcator.com

Setelah menyampaikan “pelajarannya” di Wahid Institute Jl Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat, satu persatu dari kami berpamitan kepada Mbah Wali Gus Dur.

Waktu itu bertepatan dengan tahun 2007. Seperti biasanya, Shuniyya termasuk yang terakhir meninggalkan tempat. Terakhir pula ngambil antrian salaman beliau biar “dapat banyak” hahaha.

Giliranku tiba. Sewaktu salim, beliau memberitahuku. “Mbak Shuniyya, besok saya sama (Mbak) Yenny mau ke Bangka Belitung.”

“Dalam rangka apa, Gus?”, tanyaku kepo seperti biasanya.

” Di Bangka Belitung ada keturunan Tionghoa, Kristen. Dia orang baik, tegas, jujur. Mau jadi Gubernur. Harus saya dukung. Namanya Pak Basuki. Biasa dipanggil Ahok.”

“Oh iya Gus, semoga sukses selalu,” jawabku.

“Aamiin” jawab Mbah Wali Gus Dur. Beliau kemudian menceritakan tentang sosok istimewa dari Pak Ahok ini, tapi tidak bisa kuceritakan sekarang. Nanti saja kalau sudah terjadi. Biar tidak terkesan “ndisiki kerso”

Kemudian beliau meninggalkan lokasi menuju acara agenda beliau selanjutnya.

Itulah pertama kali Shuniyya mendengar nama Pak Ahok. Dari lisan Sang Mahagurulah kudengar nama itu. Karena itu pula, hingga kini aku sangat hormat dengan Pak Ahok.

Kalimat, ” Mau jadi Gubernur” inilah yang kemudian sempat menjadi polemik. Sebab dalam Pilgub itu, Pak Ahok dinyatakan kalah.

Beberapa orang yang mendengar langsung dari Mbah Walipun terpecah pendapatnya. Sebagian diantaranya menuduh beliau berbohong, dan sudah gila (maaf ).

Aku rasanya mau nonjok mulut orang kurang ajar itu. Tapi secara jujur, aku juga bingung, kok bisa kalah ya? Padahal dalam keyakinanku, rasanya Mbah Wali tidak mungkin gegabah memberi pernyataan itu. Dan nyatanya Pak Ahok tidak jadi Gubernur.

Haripun berganti, ketika kemudian pada tahun 2014, Pak Ahok benar-benar menjadi Gubernur. Tidak di Bangka Belitung, namun di DKI Jakarta.

Dan benarlah, beliau menjadi sosok yang baik, tegas dan jujur. Dan nubuwatan ini terjadi setelah Mbah Wali berpulang.. ๐Ÿ’๐Ÿ’

—————-000—————-

Tanggal 24 Januari 2019, Pak Ahok akan segera dibebaskan. Tidak perlu gegap gempita menyambutnya, tidak perlu berlebihan merayakannya.

Cukup kita curahi beliau segala doa yang baik agar digerakkan Gusti Allah untuk menjalankan apa yang seharusnya beliau jalankan. Untuk mengerjakan apa yang seharusnya beliau kerjakan.

Memenuhi nubuwat Sang Mahaguru yang insyaallah lisan mulia beliau tergerak atas kehendak Sang Maha Tahu Segalanya..

Kita lihat saja.

Related Posts