Berkah Ramadan (13) Ingin Hidup Bahagia dan Hajat Tercapai? Bacalah Kalimat ini!

Ilustrasi: Zubairi (Redaktur Atorcator)

Setiap manusia pasti menginginkan kebahagiaan. Entah untuk diri sendiri, istri, anak dan keluarganya. Lebih lebih kebahagiaan itu membwa berkah di dunia dan di akhirat kelak.

Dalam hal ini penulis akan membagi sebuah kalimat agar hajat atau keiinginan itu segera terpenuhi. Jika keiinginan itu sudah terpenuhi maka kita akan bahagia. Kalimat tersebut adalah istighfar. Yakni

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullah hal adzim

Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung

أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم و أتوب إليه

Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta Rabbi, La Ilaha illa anta, Khalaqtani wa ana abduka, wa ana ‘ala ahdika wa wa’dika, mas tatha’tu, audzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bi ni’matika wa abu’u laka bi dzanbi, faghfir li , fainnahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Pemeliharaku. Tiada sesembahan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Dan aku berada pada kesepakatan dan perjanjian dengan-Mu, semampuku. Aku berlindung kepada Engkau dari keburukan yang aku perbuat. Aku bertaubat kepada-Mu dengan karunia-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu dengan dosaku. Maka, ampunilah aku karena tiada yang mampu mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Hal ini sesuai dengan kisah Imam Hasan Albashri. Dimana pada suatu ketika, beliau bersama sahabatnya sedang duduk di suatu masjid. Lalu beliau didatangi tiga kali seseorang dan bertanya kepada beliau.

Pertama, orang itu bertanya tentang hujan yang tak kunjung turun dan menyebabkan tanamannya kering.

Kedua, datang lagi seseorang bertanya tentang cara mengatasi kemiskinan yang melandanya.

Ketiga, datang lagi seseorang bertanya tentang istrinya yang mandul. Lalu apa jawaban beliau kepada ketiga orang tersebut. Tak lain dan tak bukan jawabannya adalah disuruh memperbanyak baca istighfar.

Para sahabat pun yang duduk disamping beliau heran. Menanyakan, kenapa kok setipa ada orang yang meminta pertolongan karena ada masalah disuruh membaca istighfar?

Imam Hasan Albashri pun menjawab ” Tidaklah kalian membaca firman Allah dalam surah Nuh ayat 10-12 yang berbunyi :

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا ١٠

Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun. (QS. Nuh: 10)

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا ١١

Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. (QS. Nuh:11)

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا ﴿١٢

dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”(QS. Nuh :12)

Kisah di atas dapat disimpulkan bahwa istighafar adalah obat ampuh bagi kita untuk memperoleh keiinginan, menghilangkan masalah dan mendatangkan manfaat. Artinya dengan membaca istighfar selain menghapus dosa, maka juga akan mempermurah rezeki.

Dengan banyak membaca istighfar, maka rezeki-rezeki yang tersumbat, keinginan yang masih ngambang, maka dengan mambaca istighfar insyaallah akan segera terkabul.

Semoga bermanfaat. Amiin.

Sumber: | Buku “Menjemput Rezeki Tak Disangka” | Oleh: Ustadz Yusuf Mansur dan M. Syafi’e El-Bantanie | Penerbit Salamadani |

Related Posts