Berkah Ramadan (17) Allah Mengampuni Tiga Kesalahan Ini

Ilustrasi: Zubairi (Redaktur Atorcator)

Allah adalah Maha Pengasih, Penyayang dan Pengampun. Pada umumnya, orang yang berbuat salah kepada manusia saja, semisal mencuri, zalim, dan sebagainya itu adalah kesalah besar dan dosa. Apalagi kesalahan Allah, semisal melakukan larangannya. Contoh, mabuk, zina dan perkara yang dilarang lainnya.

Akan tetapi, kali ini ada tiga jenis kesalahan yang diampuni Allah SWT. Dengan catatan ia karena disebabkan :

1. Lupa atau tidak tahu
2. Dipaksa
3. Terpaksa.

Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam Hadis Arbain bab tiga puluh sembilan :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللهَ وَضَعَ عَنْ أُمَّتِيْ الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ. رواه ابن ماجه والحاكم والبيهقي.

Dari Ibnu Abbas r.a. dari Nabi saw. beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah mengampuni (beberapa kesalahan) umatku dikarenakan keliru, lupa, dan karena dipaksa.” (HR. Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)

Jadi misalkan kita keliru atau tidak tau melakukan hal-hal yang tidak perlu bahkan dilarang, namun kita tetap tidak ada niat artinya tidak ada unsur kesengajaan, maka itu tidak dosa. Misal, umat Islam makan daging babi di warung saat jalan-jalan sampai ia kenyang. Pada hakikatnya, babi haram dimakan, namun ia tidak tau dan tidak sengaja. Maka ia diampuni oleh Allah.

Dipaksa atau terpaksa, misal kita umat Islam dipaksa untuk zina oleh orang non muslim. Hakikatnya zina itu dilarang agama. Namun ia dipaksa bahkan diancam jika tidak zina maka ia dan keluarganya akan dibunuh. Maka zinanya orang itu tidak dosa dan diampuni Allah. Dengan catatan hatinya tetap takut kepada hukum Allah.

Jadi jelas bagi orang yang lupa, terpaksa dan dipaksa adalah tidak dikenai hukum Allah.

Dalam al-qur’an pun surah an-Nahl ayat 106 dipaparkan, bahwa :

مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

(Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.)

“Barangsiapa yang lupa kemudian makan dan minum ketika sedang berpuasa, hendaklah ia meneruskan puasanya karena ia diberi makan dan minum oleh Allâh” (HR. Bukhâri, Muslim, Abu Dâwud,  dan Tirmidzi).

Namun meskipun Allah senantiasa mengampuni dosa kita sebab tiga hal di atas, semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan terhindar dari segala perbuatan jelek. Amiin.

Related Posts