Berkah Ramadan (4) Cara Melihat Tanda Baik dan Tidaknya Islam Seseorang

Ilustrasi: Zubairi (Redaktur Atorcator)

Bagaimana cara melihat tanda baik dan tidaknya Islam seseorang? Apakah bisa dilihat dari seringnya dia naik haji, rajin sholat, puasa setiap hari, sering zakat, atau sering berdakwah ke mana-mana?

Sebenarnya tidak usah muluk-muluk dan jauh-jauh untuk mengetahui baik dan tidakya Islam seseorang dan termasuk diri kita sendiri. Nabi SAW telah bersabda dalam kitab Hadis Arbain Bab Kedua Belas yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi :

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia
meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya”.

Dari hadis di atas dapat dipahami bahwasanya sabda Nabi SAW itu tidak terlepas dari waktu. Artinya, apakah kita sering menggunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat atau malah sebaliknya. Jika iya, maka betul kita termasuk orang-orang yang beliau sampaikan, kita adalah orang Islam yang baik. Jika tidak, maka hendaknya kita berusaha memaksimalkan waktu tersebut untuk hal-hal yang ada manfaatnya agar kita juga termasuk golongan orang-orang yang islamnya baik.

Sejatinya berbicara masalah waktu itu tidak terlepas dari nikmat sehat. Nikmat sehat dan nikmat waktu inilah yang sering kita lalaikan.

Contoh, ketika sehat, kita kadang lupa mensyukuri nikmat sehat itu, badan yang kuat terkadang sering dipergunakan kepada hal-hal yang tidak semestinya, entah hanya sibuk nongkrong, main game online, ngopi dan semacamnya. Selanjutnya nikmat waktu, tak bisa dipungkiri kita seringkali geser-geser layar android dari atas ke bawah yang sama sekali tidak memiliki arah tujuan yang baik alias iseng-iseng saja tidak ada kerjaan. Entah itu lewat via Ig, WA, fb dan semacamnya. Hal itulah yang sering menimbulkan ghibah, ikut campur urusan orang lain, dan memperbincangkan kehidupan seseorang.

Ya, itulah yang dinamakan kita sering membuang nikmat sehat dan waktu kepada perkara yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Dengan begitu, berarti Islam kita masih belum sempurna. Sedangkan menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya adalah termasuk kesia-sian dan merupakan tanda lemahnya iman seseorang.

“Satu-satunya hal yang menjadi milik kita sepenuhnya adalah waktu; bahkan seseorang yang tidak memiliki apapun pasti memiliki waktu.” (Baltasar Gracian)

Mari gunakan waktu kita sebaik dan semaksinal mungkin. Gunakan waktu itu sebagai celah untuk mendapatkan keberkahan di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak.

Related Posts